Alih Teknologi sebagai Pilar Kemandirian Alutsista dalam Strategi Perisai Trisula Nusantara

30 December 2025

Alih Teknologi sebagai Pilar Kemandirian Alutsista dalam Strategi Perisai Trisula Nusantara

Indonesia makin serius memperkuat kemandirian pertahanan lewat konsep Perisai Trisula Nusantara, yang menjadi landasan kebijakan strategis tiga matra TNI. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah fokus pada modernisasi alutsista sekaligus penguasaan teknologi dalam negeri.

Salah satu tantangan besar adalah ketergantungan terhadap teknologi asing. Tanpa alih teknologi yang masif, negara berisiko kesulitan dalam pemeliharaan sistem pertahanan dan menghadapi biaya impor yang tinggi. Dalam kerangka Perisai Trisula Nusantara, pemerintah menilai bahwa pengembangan industri pertahanan lokal bukan sekadar kebutuhan militer, tapi juga bagian dari investasi jangka panjang1.

Dalam laporan Kementerian Pertahanan, sejumlah program prioritas diarahkan untuk memperkuat sistem alutsista melalui kerja sama teknologi, riset, dan manufaktur dalam negeri2.

Alokasi anggaran besar pun mendukung ambisi ini, Komisi I DPR menyetujui anggaran Kemhan–TNI sebesar Rp 187,1 triliun untuk 2026 dan Panglima TNI Agus Subiyanto menyatakan bahwa senjata modern sangat mahal, dan anggaran tinggi menjadi salah satu syarat agar pertahanan nasional tangguh.

Ditengah strategi besar ini, berbagai pelaku industri termasuk Republikorp juga mengambil peran dalam mendorong alih teknologi sebagai bagian dari kontribusi sektor industri untuk memperkuat ekosistem pertahanan nasional, dimana seluruh langkah tersebut tetap berjalan dalam kerangka kebijakan pemerintah. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan menjalin kemitraan strategis global, seperti kerja sama dengan Baykar Makina dari Turki untuk memperluas kemampuan produksi drone taktis di dalam negeri.

Upaya ini bertujuan untuk mendukung proses lokalisasi teknologi dan memperkuat rantai pasok pertahanan nasional.

Lebih dari itu, Republikorp menyatakan bahwa komitmennya terhadap Perisai Trisula Nusantara bukan hanya soal alutsista, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia. Perusahaan mengedepankan pelatihan teknis dan riset untuk membangun insinyur pertahanan lokal yang mampu mendesain dan memproduksi teknologi mutakhir.

Dengan strategi ini, alih teknologi bukan sekadar jargon. Ini menjadi jembatan agar Indonesia bisa menjadi produsen sekaligus pengguna sistem pertahanan modern untuk mengurangi ketergantungan asing sekaligus meningkatkan kapasitas domestik.

Jika terus dijalankan secara konsisten, kebijakan alih teknologi dalam kerangka Perisai Trisula Nusantara berpotensi memperkuat kedaulatan nasional dan menjadikan industri pertahanan dalam negeri lebih berdaya saing di tingkat global.

***

Get in Touch

Let’s talk defence, development, and how we can move forward together. REPUBLIKORP welcomes collaboration, inquiry, and conversations rooted in clarity and commitment.