Bagaimana Diplomasi Industri Membuka Ruang bagi Kapabilitas Nasional?
31 August 2026
Dari Pengetahuan Menjadi Kapabilitas: Proses Panjang Dibalik Penguasaan Teknologi
14 August 2026
Ketika Teknologi Bukan Lagi Tujuan Akhir Kemitraan Kerja Sama
31 July 2026
Kepercayaan: Fondasi yang Menggerakkan Kemitraan Strategis
31 July 2026
Milanion Group dan RPAL/Republikorp Perkuat Kapabilitas Maritim TNI Angkatan Laut lewat Program USV melalui Penandatanganan Kerja Sama Baru
18 June 2026
Indonesia dan Prancis Perkuat Kapabilitas Pertahanan melalui Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
17 June 2026
MKU Limited dan PT Republikorp Teken MoU untuk Lokalisasi Manufaktur Elektro-Optik di Indonesia dalam Kerangka TKDN
16 June 2026
Membawa Merah Putih ke Paris: Signifikansi Kehadiran Republikorp di Eurosatory bagi Kedaulatan Industri Pertahanan Nasional
25 May 2026
Diplomasi Pertahanan Melalui Teknologi: Tuntutan Indonesia Bergerak Lebih Strategis di Momentum Global
11 May 2026
07 May 2026
Republikorp Dan Baykar Lanjutkan Kemitraan Strategis Melalui Penandatanganan Kerja Sama Bayraktar Kizilelma
Republikorp Group dan Baykar kembali memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Türkiye melalui penandatanganan perjanjian pengembangan Bayraktar KIZILELMA Unmanned Combat Aircraft (UCAV) pada ajang SAHA 2026 di İstanbul.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Joint Venture Agreement (JVA) yang dimulai sejak 2025 untuk produksi lokal Bayraktar TB3 dan AKINCI di Indonesia. Kini, kemitraan diperluas menuju pembangunan ekosistem industri dirgantara berkelanjutan dan pengembangan UCAV generasi baru.
Melalui kolaborasi antara Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara, pengembangan operasional Bayraktar KIZILELMA ditargetkan memperkuat kemampuan UCAV Indonesia mulai 2028. Kerja sama mencakup transfer teknologi, pengembangan SDM, fasilitas MRO, pusat produksi dan integrasi lokal, sertifikasi tenaga ahli, hingga riset teknologi strategis masa depan.
Chairman Republikorp Group, Norman Joesoef, menegaskan, “Bersama Baykar, kami membangun ekosistem aerospace dan unmanned systems yang berkelanjutan, mulai dari produksi, maintenance, pengembangan SDM, hingga riset teknologi masa depan.”
CEO Baykar, Haluk Bayraktar, juga menekankan pentingnya kemitraan ini, “Pengembangan Bayraktar KIZILELMA menjadi tonggak baru dalam hubungan strategis Indonesia dan Türkiye.”
Kerja sama ini menandai transformasi berkelanjutan hubungan Indonesia–Türkiye menjadi kemitraan strategis industri pertahanan yang berorientasi pada transfer teknologi, pembangunan kapasitas nasional, dan inovasi industri pertahanan masa depan.
***
13 April 2026
Mendorong Inovasi Teknologi dan Mendukung Agenda Keamanan Nasional
Modernisasi pertahanan tidak lagi dimulai dari dalam institusi semata.
Sebagian besar inovasi kini berkembang di luar, dalam ekosistem sipil yang bergerak lebih cepat, lebih fleksibel, dan didorong oleh dinamika pasar yang berbeda. Startup teknologi, laboratorium riset, hingga perusahaan komersial menjadi sumber penting dari kapabilitas yang sebelumnya identik dengan sektor pertahanan.
Fenomena ini tercermin dalam berkembangnya teknologi dual-use. Kecerdasan buatan, sistem navigasi, hingga teknologi baterai dikembangkan untuk kebutuhan sipil, namun semakin memiliki relevansi strategis dalam konteks pertahanan.
Persoalannya bukan pada ketersediaan teknologi, namun tantangan utamanya terletak pada bagaimana menghubungkan ekosistem yang selama ini berjalan secara terpisah.
Tanpa mekanisme yang jelas, inovasi cenderung terfragmentasi dan sulit diintegrasikan ke dalam sistem pertahanan secara efektif. Adopsi semata tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah struktur yang memungkinkan kolaborasi tanpa menghambat kecepatan inovasi, sekaligus memastikan integrasi tetap selaras dengan kebutuhan keamanan nasional.
Pendekatan lintas sektor menjadi semakin penting dalam konteks ini, penguatan konektivitas antara pelaku inovasi, industri, dan pembuat kebijakan memerlukan lebih dari sekadar koordinasi. Dibutuhkan pemahaman yang utuh terhadap dinamika masing-masing ekosistem, serta kemampuan untuk menerjemahkan kepentingan yang berbeda ke dalam kerangka kerja yang dapat berjalan secara selaras.
Di titik inilah peran penghubung menjadi semakin relevan, sebagai bagian dari ekosistem tersebut, Republikorp melihat bahwa konektivitas tidak terjadi secara otomatis. Ia perlu dibangun secara aktif; melalui penyelarasan perspektif, pembentukan kerangka kolaborasi, serta upaya untuk memastikan bahwa setiap inovasi dapat diterjemahkan menjadi kapabilitas yang operasional.
Negara yang mampu bergerak lebih maju adalah mereka yang tidak hanya mengakses inovasi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menyerap, menyelaraskan, dan mengintegrasikannya secara konsisten ke dalam sistem yang lebih besar.
Dalam lingkungan yang ditentukan oleh kecepatan dan kompleksitas, keunggulan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang memiliki teknologi paling canggih, melainkan oleh siapa yang mampu menghubungkan berbagai kapabilitas menjadi satu kesatuan yang utuh.
Dalam ekosistem yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, modernisasi pada akhirnya bermuara pada konektivitas, bukan sekadar kerja sama antar sistem.
***
05 January 2026
CSG and Republikorp are developing the ADS-400 Air Defense Missile
The Prime Minister of the Czech Republic visited Indonesia, Jakarta to meet President Joko Widodo. In this meeting, strategic issues such as education, defense, and renewable energy were discussed as the main discussion.
During this visit, the Czech Prime Minister's delegation also attended the 2023 Indonesian-Czech Business Forum which was held at the Kempinski Hotel, Jakarta on April 18 2022. This forum was also attended by businessmen from Prague and representatives from KADIN. In this forum, before the Czech Prime Minister YM Petr Fiala, the Czechoslovak Group and Republikorp Indonesia signed a Strategic cooperation agreement in the joint production of the ADS-400 Intermediate Air Defense Missile Complex in order to resume cooperation in the field of defense equipment development.
ADS-400 is an air defense missile complex equipped with:
Missiles
Launcher
Radar
Detection Range up to 470km
Missile range up to 100km
This missile system is used as a weapon system to protect an area from attack by fifth-generation aircraft, helicopters, UAVs and cruise missiles. This missile system was developed by Rokestan, Turkey and Retia, Czech Republic by hooking up Republikorp as a domestic industrial partner for production cooperation and local integration.
Source: https://www.klikwarta.com/csg-dan-republikorp-kembangkan-rudal-pertahanan-udara-ads-400
12 June 2025
Hari Kedua Indo Defence 2024: Republikorp Perkuat Posisi Strategis Indonesia dalam Diplomasi Industri Pertahanan
Jakarta, 12 Juni 2025 – Pada hari kedua Indo Defence 2024, Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) menggelar talk show bertema “From Global Trends to National Strategy: Integrating Emerging Tech into Indonesia’s Defence Landscape.” Acara ini membahas integrasi teknologi global—termasuk AI, siber, dan bioteknologi—ke dalam strategi pertahanan Indonesia, demi memperkuat kesiapsiagaan dan kedaulatan negara.
Diskusi menyoroti strategi Perisai Trisula Nusantara, yang mengintegrasikan kekuatan darat, laut, udara, dan siber dalam sistem pertahanan nasional. Dr. Curie Maharani (ISI) menekankan pentingnya transformasi industri pertahanan melalui adopsi teknologi mutakhir, kesiapan industri lokal, dan kemitraan strategis, termasuk peran aktif Kementerian Pertahanan dalam alih teknologi. Prof. Teddy Mantoro (Nusa Putra University) menggarisbawahi potensi dan tantangan AI dalam bidang pengawasan, deteksi ancaman, hingga pengambilan keputusan, serta pentingnya sinergi antara kebijakan dan riset akademik.
Republikorp, sebagai perusahaan induk industri pertahanan swasta nasional, menekankan pentingnya membangun ekosistem pertahanan yang kolaboratif dan adaptif. Perusahaan ini berkomitmen menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai mitra teknologi yang setara di kancah global. Booth Republikorp juga dikunjungi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang memberi perhatian khusus pada penguatan industri pertahanan dalam negeri.
Puncak kegiatan hari ini ditandai dengan penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis antara Republikorp dan mitra internasional dari Italia dan Republik Ceko, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapabilitas pertahanan jangka panjang Indonesia:
Penandatanganan hari ini mencakup Framework Agreement untuk multi-domain cooperation antara Republikorp dan Leonardo, sebuah industri pertahanan dari Italia untuk kerja sama Missile system, pengembangan ISR&C, Vessel refurbishment dan pengembangan di bidang avionik. Sementara itu, kerjasama strategis juga dijalin dengan Joint Venture Agreement (JVA) dengan CzechSlovak Group (Republik Ceko): kerjasama alih teknologi dalam hal perawatan dan pemeliharaan kendaraan Tatra di Indonesia melalui kontrak kerja sama industri dengan TATRA EXPORT s.r.o.
Seluruh terobosan ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan yang inovatif dan adaptif dalam memperkuat posisinya di tingkat global.
18 February 2025
Republik Palindo and Drass Sign Strategic Agreement to Strengthen Indonesia’s Underwater Defense
Abu Dhabi, UAE – February 17, 2025 – Republikorp, through its subsidiary Republik Palindo Indonesia, has officially signed a Framework Agreement with Drass for the development of the DGK submarine. The agreement was signed by Republikorp Chairman, Norman Joesoef, and Drass CEO, Sergio Cappelletti, marking a strategic commitment to enhancing Indonesia’s underwater defense capabilities.
This partnership represents a significant step in supporting the Indonesian Navy’s efforts to bolster maritime defense capabilities and strengthen underwater deterrence through the serial production of mid-sized attack submarines. The collaboration not only introduces high-standard underwater technology but also reinforces the strategic partnership between Indonesia and Drass, a global leader in advanced underwater defense systems.
With the main contract scheduled to be signed in the summer of 2025, this agreement serves as a milestone in the modernization of Indonesia’s maritime defense, ensuring operational readiness, the advancement of the domestic defense industry, and strengthening Indonesia’s strategic position in the region.
Source: https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7297565282674352128/