
Kemandirian Pertahanan: Manusia, Industri, dan Rantai Pasok
13 April 2026
Mendorong Inovasi Teknologi dan Mendukung Agenda Keamanan Nasional
13 April 2026
Strategic Disruptions: Ketika Ancaman Fisik dan Digital Bergerak Bersamaan
17 March 2026
Archipelagic Choke Points Sebagai Koridor Ekonomi: Menjaga Simpul Strategis Indonesia
17 March 2026
Membaca Dinamika Keamanan Global dalam Konteks Ketahanan Nasional
10 February 2026

Kemandirian Pertahanan sebagai Pilar Ketahanan dan Kedaulatan Nasional
09 February 2026

Barzan Menandatangani Perjanjian Kerja Sama Strategis Senilai 2,3 Miliar US Dollar untuk Memperkuat Pertahanan Indonesia
23 January 2026

Republikorp dan ASELSAN Perkuat Kerja Sama Pertahanan lewat Perjanjian Alih Teknologi untuk Sistem Komunikasi Aman HYBRA DMR
23 January 2026

Perisai Trisula Nusantara dan Upaya Pertahanan Terpadu dan Kebanggaan Indonesia
20 January 2026

20 January 2026
Kebangkitan Kemandirian Pertahanan Asia
Taring Baru di Geopolitik Global
Dalam beberapa tahun terakhir, Asia mulai menunjukkan perubahan signifikan dalam peta industri pertahanan global. Kawasan ini tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi produk militer dari Eropa dan Amerika Serikat. Sejumlah negara Asia kini mampu mengembangkan dan memproduksi alutsista sendiri, bahkan menawarkannya ke pasar internasional. Perkembangan ini secara perlahan membentuk taring baru dalam dinamika geopolitik global.
Turki menjadi salah satu contoh yang paling sering disorot. Menurut laporan berbagai media internasional, industri pertahanan Turki mengalami lonjakan signifikan, terutama melalui pengembangan drone tempur. Bayraktar TB2, misalnya, dikenal luas karena telah digunakan dalam beberapa konflik dan dinilai mampu beroperasi secara efektif dalam kondisi nyata. Keberhasilan ini mendorong peningkatan permintaan ekspor dan memperkuat posisi Turki sebagai pemain pertahanan yang semakin diperhitungkan.
Asia Timur juga menunjukkan tren serupa. Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir aktif membangun reputasi sebagai produsen sistem pertahanan yang andal. Menurut laporan CNN, pengembangan pesawat tempur KF-21 Boramae menjadi salah satu simbol ambisi Korea Selatan untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Program ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor dan kerja sama dengan negara lain.
Selain pesawat tempur, produk artileri Korea Selatan seperti howitzer K9 Thunder juga banyak diminati. Sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa sistem ini dipilih oleh berbagai negara karena menawarkan keseimbangan antara performa, biaya, dan dukungan jangka panjang. Pendekatan ini membuat Korea Selatan dipandang sebagai alternatif yang kredibel dibandingkan pemasok tradisional dari Barat.
China menempati posisi yang berbeda namun tidak kalah penting. Berdasarkan Lowy Institute Asia Power Index 2024 Edition, China telah tumbuh menjadi sebuah negara superpower yang kuat karena kemampuan militernya. Indikator kapabilitas militer China mendapat skor 69,7 karena kemampuan pengembangan militernya sangat strategis, salah satunya adalah proses pengembangan kapal induk (2012-2024) dan hanya setingkat dibawah militer AS yang ada di peringkat pertama.
Terlebih, menurut data dari lembaga riset internasional seperti Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), China termasuk dalam jajaran eksportir senjata terbesar di dunia. Produk-produk seperti drone, sistem pertahanan udara, hingga kapal perang buatan China telah digunakan oleh puluhan negara, terutama di Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Meski kualitasnya kerap dibandingkan dengan produk Eropa atau Amerika, harga yang kompetitif dan ketersediaan produksi menjadi daya tarik utama.
Yang menarik, kebangkitan industri pertahanan Asia tidak hanya soal kemampuan memproduksi senjata, tetapi juga pendekatan kerja sama yang ditawarkan. Menurut berbagai laporan media pertahanan, banyak produsen Asia bersedia memberikan skema alih teknologi, perakitan lokal, atau pengembangan bersama. Bagi negara pembeli, hal ini memberikan nilai strategis karena memungkinkan peningkatan kapasitas dan pemahaman teknis militer secara bertahap.
Meski demikian, kemandirian pertahanan Asia tetap memiliki tantangan. Tidak semua sistem yang diproduksi telah teruji di berbagai kondisi tempur, dan isu pemeliharaan serta keberlanjutan jangka panjang masih menjadi perhatian. Selain itu, penggunaan alutsista dalam konflik juga membawa implikasi politik dan reputasi yang tidak selalu sederhana.
Dalam konteks kawasan, perkembangan ini memberi pelajaran penting bagi negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. Kemandirian pertahanan tidak dibangun secara instan, melainkan melalui konsistensi kebijakan, penguatan teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia. Perisai Trisula Nusantara hadir sebagai kerangka yang menempatkan integrasi lintas matra dan kesiapan jangka panjang sebagai fondasi pertahanan nasional, sejalan dengan dinamika pertahanan modern di Asia.
Penguatan ekosistem pertahanan nasional melalui kerangka tersebut menjadi penting agar Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan geopolitik kawasan. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, dibutuhkan untuk mendorong sistem pertahanan yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.
***

05 January 2026
CSG and Republikorp are developing the ADS-400 Air Defense Missile
The Prime Minister of the Czech Republic visited Indonesia, Jakarta to meet President Joko Widodo. In this meeting, strategic issues such as education, defense, and renewable energy were discussed as the main discussion.
During this visit, the Czech Prime Minister’s delegation also attended the 2023 Indonesian-Czech Business Forum which was held at the Kempinski Hotel, Jakarta on April 18 2022. This forum was also attended by businessmen from Prague and representatives from KADIN. In this forum, before the Czech Prime Minister YM Petr Fiala, the Czechoslovak Group and Republikorp Indonesia signed a Strategic cooperation agreement in the joint production of the ADS-400 Intermediate Air Defense Missile Complex in order to resume cooperation in the field of defense equipment development.
ADS-400 is an air defense missile complex equipped with:
This missile system is used as a weapon system to protect an area from attack by fifth-generation aircraft, helicopters, UAVs and cruise missiles. This missile system was developed by Rokestan, Turkey and Retia, Czech Republic by hooking up Republikorp as a domestic industrial partner for production cooperation and local integration.
Source: https://www.klikwarta.com/csg-dan-republikorp-kembangkan-rudal-pertahanan-udara-ads-400

30 December 2025
Alih Teknologi sebagai Pilar Kemandirian Alutsista dalam Strategi Perisai Trisula Nusantara
Indonesia makin serius memperkuat kemandirian pertahanan lewat konsep Perisai Trisula Nusantara, yang menjadi landasan kebijakan strategis tiga matra TNI. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah fokus pada modernisasi alutsista sekaligus penguasaan teknologi dalam negeri.
Salah satu tantangan besar adalah ketergantungan terhadap teknologi asing. Tanpa alih teknologi yang masif, negara berisiko kesulitan dalam pemeliharaan sistem pertahanan dan menghadapi biaya impor yang tinggi. Dalam kerangka Perisai Trisula Nusantara, pemerintah menilai bahwa pengembangan industri pertahanan lokal bukan sekadar kebutuhan militer, tapi juga bagian dari investasi jangka panjang1.
Dalam laporan Kementerian Pertahanan, sejumlah program prioritas diarahkan untuk memperkuat sistem alutsista melalui kerja sama teknologi, riset, dan manufaktur dalam negeri2.
Alokasi anggaran besar pun mendukung ambisi ini, Komisi I DPR menyetujui anggaran Kemhan–TNI sebesar Rp 187,1 triliun untuk 2026 dan Panglima TNI Agus Subiyanto menyatakan bahwa senjata modern sangat mahal, dan anggaran tinggi menjadi salah satu syarat agar pertahanan nasional tangguh.
Ditengah strategi besar ini, berbagai pelaku industri termasuk Republikorp juga mengambil peran dalam mendorong alih teknologi sebagai bagian dari kontribusi sektor industri untuk memperkuat ekosistem pertahanan nasional, dimana seluruh langkah tersebut tetap berjalan dalam kerangka kebijakan pemerintah. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan menjalin kemitraan strategis global, seperti kerja sama dengan Baykar Makina dari Turki untuk memperluas kemampuan produksi drone taktis di dalam negeri.
Upaya ini bertujuan untuk mendukung proses lokalisasi teknologi dan memperkuat rantai pasok pertahanan nasional.
Lebih dari itu, Republikorp menyatakan bahwa komitmennya terhadap Perisai Trisula Nusantara bukan hanya soal alutsista, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia. Perusahaan mengedepankan pelatihan teknis dan riset untuk membangun insinyur pertahanan lokal yang mampu mendesain dan memproduksi teknologi mutakhir.
Dengan strategi ini, alih teknologi bukan sekadar jargon. Ini menjadi jembatan agar Indonesia bisa menjadi produsen sekaligus pengguna sistem pertahanan modern untuk mengurangi ketergantungan asing sekaligus meningkatkan kapasitas domestik.
Jika terus dijalankan secara konsisten, kebijakan alih teknologi dalam kerangka Perisai Trisula Nusantara berpotensi memperkuat kedaulatan nasional dan menjadikan industri pertahanan dalam negeri lebih berdaya saing di tingkat global.
***

18 December 2025
Kolaborasi Strategis Republikorp dan UNHAN RI Antarkan Tim Defense Lab Raih Juara Kompetisi Drone Nasional 2025
Tim Defense Airlab Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) berhasil meraih Juara Pertama dalam Kompetisi Inovasi Drone Nasional 2025 kategori Inovasi Drone Dropping Cargo. Capaian tersebut menjadi bukti kemampuan teknis, ketahanan tim, serta kesiapan talenta muda Indonesia dalam mengembangkan dan mengoperasikan sistem teknologi drone yang kompleks di bawah tekanan kompetisi nasional.
Dalam proses tersebut, Republikorp turut berperan melalui pendampingan kolaboratif yang berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi. Dukungan diberikan secara nyata dan berkelanjutan, tidak hanya melalui pendampingan teknis, tetapi juga melalui pemenuhan berbagai kebutuhan yang menunjang kelancaran proses pengembangan dan kesiapan operasional tim.
Pendekatan ini sejalan dengan komitmen Republikorp dalam mendorong inovasi teknologi nasional melalui pembinaan talenta muda dan kolaborasi lintas sektor. Dalam kerangka kolaborasi pentahelix, pengembangan teknologi dipandang sebagai hasil kerja bersama antara akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan ekosistem pendukung lainnya. Bagi Republikorp, kompetisi menjadi bagian dari proses pembentukan ekosistem, tempat teknologi dikembangkan melalui dialog, konsistensi, dan pendampingan SDM yang berkesinambungan.
“Bagi kami, kompetisi ini bukan sekadar ajang pembuktian kemampuan teknis, tetapi ruang pembentukan ekosistem. Penguasaan teknologi tumbuh dari proses yang konsisten, pendampingan, dan dialog yang terus berjalan. Dari sanalah talenta muda dibentuk agar siap menjawab kebutuhan nyata di lapangan.” ujar Norman Joesoef, Founder Republikorp.
Bagi tim Unhan RI, pendampingan tersebut menyatu dengan proses belajar yang berjalan intens, mereka harus membagi fokus antara perancangan sistem, pengujian berulang, dan kesiapan eksekusi. Proses ini tidak hanya menuntut akurasi teknis, tetapi juga ketahanan mental serta kekompakan kerja tim.
Di balik kesiapan tersebut, tim Defense Airlab Unhan RI telah terbiasa bekerja lintas platform UAV, mulai dari fixed-wing, VTOL, hingga multirotor. Penguasaan teknis mereka juga terbangun secara spesifik, mencakup avionik, pengelolaan ground control station (GCS), hingga pemrosesan data misi dan sistem kendali berbasis AI.
Seluruh kemampuan tersebut kemudian diuji dalam Kompetisi Inovasi Drone Nasional 2025 yang berlangsung pada 16–18 Desember 2025 di Lapangan Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan. Kompetisi berskala nasional ini menantang para peserta untuk merancang dan mengoperasikan sistem drone dengan kemampuan dropping cargo yang presisi; sebuah tantangan yang menuntut perpaduan antara perhitungan teknis dan disiplin eksekusi.
Tekanan waktu dan target terasa langsung selama kompetisi berlangsung. Tim harus terus menyesuaikan rancangan di tengah proses berjalan, memastikan sistem tetap stabil sekaligus mampu memenuhi parameter yang ditetapkan dalam setiap tahapan uji.
“Dengan waktu yang terbatas, kami tetap bisa menyelesaikan misi drone ini. Mentoring, diskusi, dan dukungan yang kami terima sangat membantu proses tersebut. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” ujar Syeva, ketua tim.
Melalui rangkaian proses tersebut, tim Defense Airlab Unhan RI berhasil mengungguli ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tim ini terdiri dari Sersan Mayor Dua Kadet Fisika Syeva Arsya Wahyu Alifqi, Sersan Mayor Dua Kadet Fisika Iqbal Muhammad Nur Masbi, Sersan Mayor Dua Kadet Kimia Renata Alifia Fachriani, serta Sersan Kadet Fisika Rhaulza Fathir Jabar Hamdi, dengan pendampingan akademik di bawah bimbingan PLT Wakil Dekan Fakultas MIPA Militer Kolonel Tek Dr. Gunaryo, S.T., M.T., serta Dr. Ir. Jupriyanto, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., ACPE.
Pengalaman tim Unhan RI dalam kompetisi ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan teknologi. Melalui proses pendampingan dan kerja bersama, talenta muda tidak hanya diuji secara teknis, tetapi juga dipersiapkan untuk menerapkan teknologi secara bertanggung jawab.

18 November 2025
EDGE dan Republikorp Umumkan Kerjasama Senilai USD 7 Miliar Untuk Memperkuat Manufaktur Pertahanan Lokal Di Indonesia
Abu Dhabi, 18 November 2025 – EDGE resmi menandatangani kerjasama strategis dengan Republikorp, perusahaan induk swasta nasional yang menjadi mitra strategis pemerintah di sektor pertahanan, dalam ajang Dubai Airshow 2025 (DAS 2025).
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Hamad Al Marar, Managing Director dan CEO EDGE, bersama Norman Joesoef selaku Founder Republikorp. Kerja sama ini mencakup transfer teknologi (ToT), produksi lokal dalam negeri, pengembangan sistem secara bersama, hingga program modernisasi terpadu untuk Tentara Nasional Indonesia. Dengan nilai total USD 7 miliar, paket pembiayaan dan pengadaan ini menjadi program internasional terbesar EDGE, yang difasilitasi melalui Uni Emirat Arab untuk mendukung modernisasi pertahanan Indonesia, penguatan kapabilitas teknologi, dan peningkatan kemandirian industri nasional.
Ruang lingkup kolaborasi meliputi berbagai sistem pertahanan mutakhir, seperti sistem rudal pertahanan udara SKYKNIGHT, kendaraan tempur infanteri (IFV) RABDAN 8×8 generasi terbaru, kapal patroli cepat (FPV), serta fasilitas produksi amunisi kaliber kecil. Seluruh komponen ini menjadi pilar penting dalam upaya Indonesia mempercepat kemandirian pertahanan nasional.
Hamad Al Marar, Managing Director dan CEO EDGE, menyatakan bahwa inisiatif pertahanan ini menjadi pencapaian penting dalam ekspansi global EDGE.
“Lewat kemitraan dengan Republikorp, kami berkontribusi membangun ekosistem pertahanan yang modern, mandiri, dan berkelanjutan untuk memperkuat keamanan nasional dan kapasitas industri Indonesia. Program ini menunjukkan komitmen kami pada kolaborasi jangka panjang, transfer teknologi, dan pengembangan sistem terintegrasi yang maju.”
Norman Joesoef, Founder Republikorp juga menambahkan bahwa kemitraan senilai USD 7 miliar ini menjadi langkah besar menuju kemandirian sistem pertahanan Indonesia.
“Inisiatif ini mencerminkan visi bersama untuk memperkuat kemampuan melalui transfer teknologi, inovasi lokal, dan pembangunan tenaga ahli. Bersama EDGE, kami tidak hanya berinvestasi pada sistem pertahanan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi industri pertahanan nasional yang berkelanjutan.” tutupnya.

17 November 2025
Kunjungan ke Kedutaan Besar RI di Bangkok
Bangkok, Thailand, 13 November – The Indonesian defence industry delegation paid a courtesy visit to the Embassy of the Republic of Indonesia in Bangkok and met with the Ambassador of Indonesia, Mr. Rahmat Budiman. In his remarks, the Ambassador underscored the importance of demonstrating courtesy, professionalism, and integrity as core national values in every international engagement. He also emphasized the need for all industry representatives to uphold the trust of Thai partners to strengthen Indonesia’s position in the regional defence market.
The meeting served as an opportunity to reinforce synergy between industry stakeholders and the diplomatic mission, representing a concrete step in advancing Indonesia’s defence diplomacy at the regional level.

11 November 2025
Republikorp dan Colt Tanda Tangani Framework Agreement Strategis di Defense & Security 2025 untuk Perkuat Kolaborasi Pertahanan di Asia Tenggara
Bangkok, Thailand – 12 November 2025 – Republikorp, perusahaan induk swasta nasional yang berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia, bersama Colt, produsen senjata dan solusi pertahanan global asal Amerika Serikat, resmi menandatangani Framework Agreement strategis pada ajang Defense & Security 2025 di IMPACT Challenger, Bangkok.
Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dan menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemampuan pertahanan kawasan, sekaligus membangun dasar kemitraan industri yang berkelanjutan di Asia Tenggara antara Republikorp dan Colt yang berkolaborasi dalam riset dan pengembangan sistem senjata ringan generasi berikutnya, perakitan dan produksi lokal di Indonesia, serta transfer teknologi dan program pelatihan teknis. Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi pembangunan lini produksi dalam negeri melalui skema joint venture, dengan PT Republik Armamen Industri (RAI) sebagai pelaksana utama di bawah grup Republikorp.
“Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam strategi ekspansi global Colt sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap modernisasi pertahanan Indonesia,” ujar Jens Heider, Vice President Global Military & Law Enforcement Sales Colt. “Dengan memadukan keahlian manufaktur kelas dunia dari Colt dengan kapasitas lokal dan visi strategis Republikorp, kami membangun fondasi industri pertahanan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.”
Norman Joesoef, Chairman Republikorp, menegaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap kematangan industri pertahanan Indonesia.
“Lewat kerja sama dengan Colt, kami ingin memastikan bahwa transfer teknologi dan produksi lokal benar-benar memberi nilai tambah bagi ekosistem pertahanan nasional. Ini bukan sekadar tentang membuat produk, melainkan membangun kapasitas dan kemitraan jangka panjang yang memperkuat kawasan,” ujarnya.
Penandatanganan dilakukan oleh Jens Heider, Vice President Global MIL/LE Sales Colt’s Manufacturing Company LLC, dan Raden Baskoro Gondokusumo, Director PT Republik Armamen Industri, disaksikan oleh Norman Joesoef, Chairman Group Republikorp, serta Marsma TNI Dedy Laksmono, Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan (Dir Tekindhan) Ditjen Pothan Kemhan RI, yang hadir mewakili Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Kesepakatan ini sejalan dengan visi strategis Indonesia dan Republikorp untuk memperkuat industri pertahanan nasional dan memperluas kemitraan internasional yang berkontribusi pada perdamaian serta stabilitas kawasan.

10 November 2025
Republikorp Perkuat Jejaring Industri Pertahanan di Defence & Security 2025 Thailand
Bangkok, 10 November 2025 — Republikorp berpartisipasi dalam pameran Defence & Security 2025 yang berlangsung pada 10–13 November di IMPACT Exhibition and Convention Center, Muang Thong Thani, Thailand. Kehadiran Republikorp kali ini merupakan bagian dari delegasi Indonesia Pavilion di bawah binaan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Ajang dua tahunan ini dikenal sebagai salah satu platform utama kawasan Asia Pasifik yang mempertemukan pelaku industri pertahanan, kementerian pertahanan, serta lembaga keamanan dari lebih dari 50 negara. Tahun ini, penyelenggara menargetkan lebih dari 500 perusahaan peserta dan 20.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor.
Bagi Republikorp, partisipasi ini merupakan bagian dari langkah ekspansi regional sekaligus penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok industri pertahanan global. Perusahaan yang telah berdiri sejak 2013 ini menargetkan peningkatan kolaborasi lintas negara, khususnya dalam bidang teknologi pertahanan dan keamanan.
“Kami hadir di Defence & Security bukan sekadar untuk memamerkan produk, tetapi juga membangun kemitraan dan membuka jalur komunikasi baru dengan pelaku industri internasional. Kami percaya bahwa kerja sama strategis adalah kunci agar industri pertahanan Indonesia dapat tumbuh sejajar di tingkat global,” ujar Norman Joesoef, Founder Republikorp.
Partisipasi Republikorp di ajang ini mencerminkan semakin terbukanya peluang bagi perusahaan Indonesia untuk berperan di pasar pertahanan global, meski tantangan tetap ada dalam hal penguatan riset, pengembangan, dan kesiapan transfer teknologi agar kolaborasi internasional memberikan manfaat nyata bagi industri nasional.
Sebagai kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, kali ini Republikorp juga turut menampilkan produk Çakir dari Roketsan. Produk ini merupakan bagian dari rencana lokalisasi produksi bersama dalam entitas Republik Roketsan Indonesia, yang akan menyasar pasar Asia Tenggara. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memajukan pertahanan di kawasan.
Secara regional, Defence & Security 2025 menjadi barometer bagi arah kebijakan keamanan dan modernisasi pertahanan di kawasan. Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan ancaman non-konvensional. Pameran ini berfungsi tidak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga forum diplomasi industri.
Republikorp memandang peluang ini sebagai bagian dari diplomasi ekonomi pertahanan Indonesia. Melalui keikutsertaan di berbagai pameran internasional, termasuk di Bangkok kali ini, perusahaan berharap dapat memperluas pasar, memperkenalkan inovasi lokal, dan membuka potensi investasi bersama mitra luar negeri.
“Industri pertahanan hari ini bukan lagi soal siapa yang memiliki teknologi paling canggih, melainkan siapa yang mampu membangun ekosistem kolaboratif, itulah yang sedang kami dorong,” tambah Norman Joesoef.
Pameran Defence & Security 2025 diselenggarakan dengan dukungan Kementerian Pertahanan Thailand, dan menjadi ajang rutin bagi pelaku industri pertahanan dunia untuk memamerkan inovasi serta menjajaki peluang kerja sama global.

30 October 2025
Membangun Kemandirian Pertahanan Negara melalui Kebijakan, Interdependensi Industri Pertahanan, dan Peningkatan Peran Akademisi
Jakarta, 30 Oktober 2025 – Upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional menuntut sinergi nyata antara kebijakan pemerintah, kolaborasi industri, dan peran aktif akademisi dalam riset serta inovasi teknologi. Hal ini menjadi pokok pembahasan dalam seminar bertema “Membangun Kemandirian Pertahanan Negara melalui Kebijakan, Interdependensi Industri Pertahanan, dan Peningkatan Peran Akademisi” yang digelar di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Sentul, pada 30 Oktober 2025.
Dalam forum tersebut, Norman Joesoef selaku Founder Republikorp yang hadir sebagai keynote speaker menegaskan bahwa kemandirian pertahanan tidak hanya diukur dari kemampuan produksi alutsista, tetapi dari sejauh mana sebuah bangsa mampu menguasai teknologi, data, dan algoritma yang menjadi fondasi pertahanan masa depan. Menurutnya, dunia yang kini bergerak dalam situasi Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA) menuntut kesiapan pertahanan yang adaptif, inovatif, dan berakar pada keunggulan pengetahuan.
Kebijakan Perisai Trisula Nusantara yang digagas pemerintah menjadi salah satu arah strategis menuju hal itu, dengan tiga fokus utama: modernisasi alutsista, interoperabilitas TNI, dan pembangunan industri pertahanan berkelanjutan. Dengan potensi pertumbuhan industri pertahanan nasional yang terus meningkat, peluang penguatan kapasitas nasional semakin terbuka lebar. Namun, kemandirian tidak lahir dari ketersediaan sumber daya semata, melainkan dari perubahan pola pikir menuju kepercayaan pada kemampuan bangsa sendiri.
Tantangan pertahanan masa kini tidak lagi datang hanya dari kekuatan militer, tetapi juga dari ketahanan energi, stabilitas rantai pasok, serta arus narasi publik yang dapat memengaruhi persepsi dan stabilitas nasional. Oleh karena itu, pembangunan pertahanan harus dipandang sebagai ekosistem yang terintegrasi antara aspek teknologi, ekonomi, sosial, dan komunikasi strategis.
Transformasi dari Minimum Essential Force menuju Optimum Essential Force hanya mungkin tercapai jika Indonesia mandiri dalam inovasi dan bukan sekadar produksi. Kemandirian inovasi menuntut keberanian bereksperimen, keberlanjutan riset, dan kemampuan memanfaatkan sumber daya nasional untuk menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan pertahanan modern.
Untuk mencapai kemandirian pertahanan, ekosistem inovasi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dan industri perlu dibangun melalui kolaborasi lintas sektor sebagai mesin utama (engine of innovation) dalam mempercepat riset dan rekayasa sistem pertahanan nasional. Dengan begitu, Indonesia diharapkan mampu memperkuat kemandirian industri pertahanan secara bertahap, mulai dari konsolidasi ekosistem pada 2025–2029, produksi mandiri sistem strategis pada 2030–2039, hingga menjadikan Indonesia sebagai Regional Defense Hub di Asia Pasifik pada 2040–2045.
Selain aspek teknologi, karakter pertahanan masa depan akan bergeser dari perang konvensional menjadi perang secara hibrida (hybrid warfare). Kemenangan suatu negara akan sangat ditentukan oleh kemampuannya memproses data, mengambil keputusan cepat, dan mengeksekusi strategi berbasis kecerdasan buatan. Karena itu, arah investasi pertahanan disarankan untuk difokuskan pada delapan bidang utama berikut:
Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan sistem pertahanan yang efisien, asimetris, dan scalable sesuai kebutuhan nasional.
Dalam paparannya, Norman Joesoef juga menekankan bahwa keberhasilan pertahanan bergantung pada kualitas sumber daya manusia di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Data global menunjukkan lebih dari 80 persen tenaga kerja industri pertahanan dunia berasal dari latar belakang STEM, dan kekurangan talenta di bidang ini menjadi tantangan serius bagi pertumbuhan sektor pertahanan global. Mendorong penguatan kurikulum adaptif, riset bersama, serta program pelatihan lintas sektor untuk membangun talenta nasional yang unggul bisa menjadi fondasi penguatan sumber daya manusia yang menggerakkan inovasi menuju superioritas teknologi demi keberhasilan misi militer dan keamanan nasional.
Kemandirian pertahanan tidak dibangun oleh mesin atau algoritma, melainkan oleh kepercayaan antar manusia yang bekerja di dalamnya, yakni pemerintah, industri, akademisi, dan militer. Nilai-nilai seperti kolaborasi lintas sektor, empati terhadap kebutuhan nyata prajurit, ketangguhan menghadapi dinamika global, serta integritas dalam tata kelola menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pertahanan yang kuat dan berkelanjutan. Inovasi teknologi hanya akan bermakna bila dijalankan dengan nilai-nilai tersebut, karena pada akhirnya pertahanan bukan semata proyek teknologi, tetapi proyek kebangsaan yang menyatukan ilmu, kebijakan, dan moral bangsa.
Kita tengah memasuki era Massive Impact, masa di mana satu inovasi kecil dapat mengubah peta geopolitik dunia. Indonesia memiliki seluruh modal untuk memimpin: sumber daya, kreativitas, semangat bela negara, dan kecerdasan generasi mudanya. Dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, militer, dan akademisi, bangsa ini dapat membangun ekosistem kemandirian pertahanan yang tangguh dan berdaya saing tinggi menuju visi Indonesia Emas 2045.

26 October 2025
Republikorp Dorong Integrasi Drone dalam Industri dan Pertahanan di Indonesia Drone Expo 2025
Jakarta, 28 Oktober 2025 – Republikorp resmi berpartisipasi dalam Indonesia Drone Expo (IDE) 2025, salah satu bagian pameran dari Indonesia Technology & Innovation (INTI), pada 28–30 Oktober 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Kehadiran ini tidak hanya menampilkan inovasi, tetapi juga menegaskan peran strategis Republikorp dalam menjembatani teknologi drone dengan kebutuhan komersial dan pertahanan nasional, yang sejalan dengan konsep Perisai Trisula Nusantara, sekaligus membangun ekosistem yang berdaya saing global.
Partisipasi ini menegaskan komitmen Republikorp sebagai katalis inovasi Unmanned Technology Solution yang menghubungkan pertahanan, industri, dan ekosistem digital.
“Drone bukan hanya tentang sebuah alat dan teknologi, melainkan tentang bagaimana cara kita bisa membangun masa depan kolaborasi lintas sektor. Lewat IDE 2025, Republikorp ingin ada integrasi antara inovasi, keamanan, dan kemandirian teknologi” ujar Norman Joesoef selaku Founder dari Republikorp.
Tidak hanya melalui event ini, untuk mendukung pengembangan unmanned system, Republikorp menjalin kerjasama strategis lewat Joint Venture Agreement (JVA) dengan Baykar Makina (Turki) yang sebelumnya telah ditandatangani pada 12 Februari 2025 di Istana Kepresidenan Bogor.
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kemandirian industri pertahanan nasional, dengan mencakup pembangunan pabrik di Indonesia untuk memproduksi Unmanned Technology Solution canggih, termasuk TB3 Bayraktar.
Lewat kolaborasi ini, Republikorp berkomitmen untuk melokalisasi teknologi drone, meningkatkan kapasitas industri pertahanan domestik, serta mendorong transfer teknologi dari Turki. Langkah ini juga menjadi sebuah akselerasi bagi kemandirian dan kedaulatan teknologi Indonesia, dengan tujuan membangun ekosistem unmanned technology yang terintegrasi dan berdaya saing global dimana Republikorp juga siap berperan sebagai bagian dari rantai pasok global (global supply chain) dalam pengembangan teknologi drone dan sistem tanpa awak di masa depan.
Dengan prinsip dual-use, teknologi drone yang dikembangkan Republikorp tidak hanya difokuskan pada sektor pertahanan, tetapi juga diterapkan secara luas di sektor komersial melalui Aero Terra Indonesia, perusahaan nasional di bawah Republikorp yang berfokus pada solusi drone untuk industri dan pertahanan, dimana Unmanned Technology Solution ini telah menjadi bagian penting dari berbagai sektor strategis di Indonesia.
Aero Terra juga menjadi pionir dalam integrasi teknologi drone untuk perkebunan, pertambangan, konstruksi, konservasi lingkungan, dan pemetaan geospasial. Teknologi serta platform yang dikembangkan Aero Terra juga telah digunakan oleh Topografi Angkatan Darat dan satuan-satuan TNI lainnya dalam mendukung misi pemetaan dan pengintaian taktis di berbagai wilayah.
Selain itu, Aero Terra terus memperluas lini produknya, mulai dari drone sprayer untuk agrikultur, drone tethered untuk pengawasan area luas, hingga solusi pemetaan dan industrial monitoring untuk mendukung efisiensi dan keselamatan kerja. Dengan pengalaman lapangan dan kolaborasi lintas sektor, Aero Terra berkomitmen menghadirkan teknologi drone yang presisi, aman, dan berdaya guna tinggi untuk menjadi jembatan antara inovasi sipil dan kebutuhan strategis pertahanan nasional.
IDE 2025 menjadi ajang strategis bagi Republikorp untuk memperluas kolaborasi global dan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi serta rantai pasok (supply chain) Unmanned Technology Solution. Sebagai pameran drone terbesar di Indonesia, IDE mempertemukan pelaku industri, regulator, investor, hingga startup dari 18 negara untuk membangun ekosistem Unmanned Technology Solution yang berdaya saing internasional dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Republikorp menekankan peran sebagai penggerak inovasi Unmanned Technology Solution yang siap mendorong pemanfaatan drone secara aman, efisien, dan berkelanjutan. Teknologi ini juga diyakini tidak hanya memperkuat kedaulatan bangsa, tetapi juga menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia di masa depan.
“Drone adalah teknologi masa depan yang lintas fungsi, mulai dari pertanian, industri kreatif, hingga pertahanan. Republikorp ingin memastikan manfaat itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat” tutup Norman.
Beragam produk yang dipamerkan oleh Republikorp menunjukkan penerapan lintas fungsi dari pertahanan, industri, hingga ekologi. Mulai dari AT400 untuk misi pengawasan jarak jauh, AT250Pro untuk pemetaan industri, Bramara 5.56 dengan sistem serang modular, Kamikaze Rotor yang ringkas dan presisi, hingga Mangrove Sowing Drone untuk restorasi lingkungan.

24 October 2025
Bahaya Baru di Era Digital: 77% Korban Alami Kerugian Finansial
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sedang jadi topik hangat di seluruh dunia, mulai dari asisten virtual, kamera ponsel, sampai sistem keamanan saat ini hampir seluruhnya menggunakan AI untuk membantu memudahkan banyak aspek kehidupan manusia. Namun, di balik sisi positif itu, ada bahaya yang tak kalah besar, kecerdasan buatan atau AI kini juga digunakan untuk menipu. Dua bentuk yang paling menonjol adalah deepfake dan voice cloning, teknologi yang membuat wajah dan suara bisa ditiru dengan sangat meyakinkan.
Menurut laporan McAfee*, satu dari sepuluh orang di dunia pernah menerima pesan dari AI voice clone, dan lebih dari 77% diantaranya mengalami kerugian finansial karena hal tersebut. Data ini mengungkap bahwa ancaman ini bukan lagi sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Siapa pun bisa jadi target—mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat publik.
Deepfake memanfaatkan algoritma AI untuk memanipulasi gambar dan video, di mana wajah seseorang bisa ditempelkan ke tubuh orang lain, atau dibuat berbicara dengan kata-kata yang tak pernah ia ucapkan. Kebanyakan yang terjadi, saat pertama kali melihatnya, hasilnya nyaris mustahil dibedakan dari aslinya. Inilah yang membuat deepfake menjadi alat berbahaya, terutama jika dipakai untuk menyebar disinformasi politik, mencemarkan nama baik, atau memicu konflik sosial.
Jika deepfake menyerang sisi visual, AI yang menggunakan voice cloning mengincar pendengaran. Dengan sampel suara yang hanya beberapa detik, AI dapat membuat rekaman baru yang terdengar identik dengan pemilik suara asli. Modus penipuan yang marak adalah meniru suara anggota keluarga atau atasan untuk meminta transfer uang. Karena terdengar begitu familiar, korban cenderung percaya tanpa berpikir panjang.
Akibat penyalahgunaan teknologi ini bisa sangat luas. Pada tingkatan individu, kerugian finansial adalah yang paling banyak terjadi. Sedangkan untuk level korporasi, reputasi perusahaan bisa runtuh hanya karena video atau audio palsu tersebar luas. Bahkan, di ranah pertahanan dan keamanan nasional, deepfake dan voice clone berpotensi dipakai sebagai senjata psikologis untuk melemahkan kepercayaan publik atau menyebarkan kepanikan di tengah masyarakat
Menghadapi ancaman ini, kewaspadaan digital menjadi kunci. Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua yang terlihat nyata itu benar. Beberapa langkah sederhana bisa membantu:
Selain itu, platform digital dan regulator juga dituntut untuk bergerak lebih cepat. Sistem deteksi deepfake, kebijakan moderasi konten, hingga literasi digital massal perlu diperkuat agar masyarakat tidak dibiarkan menghadapi ancaman ini sendirian.
Di sektor pertahanan dan keamanan, ancaman deepfake dan voice cloning sudah dianggap serius. Negara-negara mulai mengembangkan sistem intelijen siber (cyber intelligence) untuk mendeteksi manipulasi informasi sejak dini. Ancaman perang modern kini tidak hanya di darat, laut, atau udara, tetapi juga di ruang digital yang mempengaruhi opini publik dan stabilitas sosial.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan dan teknologi, Republikorp tentunya juga menyadari bahwa tren ini tidak bisa diabaikan. Kesadaran publik perlu ditingkatkan, dan sistem keamanan informasi harus diperkuat. Bagi Republikorp, menghadapi deepfake dan voice cloning bukan hanya soal melawan penipuan digital, melainkan juga bagian dari menjaga kedaulatan informasi bangsa.
Dengan demikian, AI bukan lagi sekadar alat yang membantu kehidupan sehari-hari. Ketika disalahgunakan, ia bisa menjadi senjata penipuan yang berbahaya. Kuncinya ada pada kewaspadaan masyarakat, ketegasan regulasi, serta kesiapan sektor pertahanan menghadapi ancaman baru ini. Republikorp, bersama ekosistem teknologi dan keamanan nasional, mengambil bagian dalam menjaga agar teknologi tetap berpihak pada kebaikan, bukan kebohongan.

24 October 2025
Evolusi Command Center: Dari Medan Perang ke Pusat Kendali Kehidupan Modern
Command center, sebagai suatu istilah dunia pertahanan, identik dengan ruang operasi militer, dan bayangan yang mungkin muncul dari benak banyak orang adalah sebuah ruangan besar penuh layar radar, peta digital, dan tim analis yang sibuk memberikan instruksi ke pasukan di medan perang, seperti jamak di film-film Hollywood. Fungsinya pun jelas, yakni untuk mengendalikan strategi, memantau pergerakan musuh, serta memastikan koordinasi berjalan cepat dan presisi.
Namun, seiring berjalannya waktu, konsep command center tidak lagi eksklusif hanya untuk militer. Teknologi yang lahir dari kebutuhan perang justru menemukan tempat baru di tengah kehidupan masyarakat. Prinsipnya tetap sama, untuk melakukan monitoring secara real-time, respon cepat, dan pengambilan keputusan terpusat. Bedanya, kini command center hadir untuk menjawab tantangan masyarakat modern dari kesehatan hingga layanan publik.
Transformasi command center bisa dilihat di banyak sektor. Misalnya, di pelayanan kesehatan, rumah sakit besar mulai mengembangkan Health Command Center yang memantau kondisi pasien, ketersediaan ruang IGD, hingga pergerakan ambulans. Data yang terintegrasi ini memungkinkan tenaga medis merespons lebih cepat, bahkan menyelamatkan nyawa manusia dalam hitungan menit saja.
Di sisi lain, pemerintah kota mengadopsi konsep ini untuk mewujudkan smart city sebagai pusat kendali yang dipenuhi oleh layar CCTV, sensor banjir, data lalu lintas, hingga laporan warga. Dari satu ruangan, petugas bisa menentukan langkah cepat: mengatur lalu lintas, mengirim petugas kebersihan, atau mengevakuasi warga yang ada di wilayah rawan bencana.
Sektor transportasi juga memanfaatkan command center, terutama bandara dan pelabuhan. Pergerakan pesawat, kereta, hingga distribusi logistik bisa dipantau secara menyeluruh. Koordinasi yang dulunya terpisah kini bisa berjalan simultan dari satu pusat kendali.
Implikasi dari command center dalam kehidupan sehari-hari membawa manfaat yang semakin terasa dan membuat respon terhadap ancaman atau masalah bisa dilakukan jauh lebih cepat, sehingga potensi dampak buruk dapat ditekan sebelum meluas. Dari sisi operasional sendiri, command center juga membuat penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien karena setiap langkah yang diambil lebih terarah, hemat waktu, dan biaya.
Selain itu, transparansi yang dihasilkan dari sistem pemantauan terpusat menjadikan setiap keputusan lebih akuntabel sekaligus membangun kepercayaan publik. Dengan pola kerja semacam ini, command center menjelma sebagai jantung dari layanan modern yang mengutamakan keselamatan sekaligus kenyamanan masyarakat.
Perkembangan teknologi membuat command center tidak berhenti sebagai ruang kendali. Integrasi dengan Artificial Intelligence (AI) , big data, dan Internet of Things (IoT) memungkinkan command center bertransformasi dari reaktif menjadi proaktif.
Bayangkan sebuah skenario di mana sensor banjir di berbagai titik kota mengirim data ke pusat kendali. Dengan dukungan AI, sistem bisa memprediksi area yang akan terdampak banjir dan memberi peringatan dini sebelum air meluap. Atau di sebuah rumah sakit, data pasien yang terhubung dengan perangkat medis bisa memberi sinyal peringatan sebelum kondisi kritis terjadi.
Semua skenario di atas menunjukkan relevansi atas gagasan command center di Indonesia, dan tidak hanya pemerintah, namun sektor swasta turut melihat pentingnya pusat kendali dengan teknologi mutakhir Republikorp, misalnya, hadir dengan semangat membangun ekosistem pertahanan dan teknologi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam konteks ini, Republikorp tidak hanya menyoroti command center sebagai instrumen militer, tetapi juga sebagai simbol inovasi yang bisa memperkuat berbagai sektor sipil. Dari kesehatan, transportasi, hingga penanggulangan bencana, transformasi command center mencerminkan visi Republikorp menjadikan teknologi sebagai fondasi keamanan sekaligus kemajuan masyarakat.
Dari medan perang ke layanan publik, transformasi command center menunjukkan satu hal penting: teknologi yang lahir untuk mendapatkan keunggulan kompetitif militer di masa konflik, kini berevolusi menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup dalam bermasyarakat.
Command center bukan lagi sekadar ruang kendali perang. Ia telah berevolusi menjadi pusat kolaborasi lintas sektor, yang memastikan data tidak hanya diam di layar, tapi menjadi keputusan nyata untuk melindungi dan melayani manusia dengan lebih mudah.

09 September 2025
Republikorp dan Aselsan Resmikan Joint Venture untuk Perkuat Teknologi Pertahanan Indonesia
London, 9 September DSEI 2025 – Industri pertahanan Indonesia mencatatkan pencapaian baru dengan diluncurkannya PT Republik Aselsan Indonesia, perusahaan joint venture antara perusahaan teknologi pertahanan terkemuka asal Turki, Aselsan, dengan Republikorp.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini berlangsung pada ajang pameran pertahanan internasional Defence and Security Equipment International (DSEI) 2025 di London, diwakili oleh Norman Joesoef selaku Founder Republikorp, dan Ahmet Akyol selaku President & CEO Aselsan.
Lewat kerja sama ini, Indonesia mengukuhkan komitmen untuk mencapai produksi sistem komunikasi taktis secara lokal. Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam alih teknologi secara bertahap, berbagi pengetahuan teknis, serta menjaga standar mutu internasional. Para tenaga ahli dan teknisi Indonesia juga akan memperoleh pelatihan tingkat lanjut, guna membangun industri pertahanan yang berkelanjutan serta memperkuat rantai pasok (supply chain).
Bagi Indonesia, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan kemandirian melalui produk ‘Made in Indonesia’ di sektor manufaktur pertahanan. Sementara bagi Aselsan, kolaborasi ini memastikan akses strategis jangka panjang ke pasar pertahanan Asia Tenggara, yang diperkuat oleh Republikorp sebagai salah satu industri pertahanan
Ke depannya, PT Republik Aselsan Indonesia diproyeksikan menjadi pusat regional untuk komunikasi pertahanan yang mutakhir, memadukan inovasi global Aselsan dan kapabilitas Republikorp untuk mengimplementasikannya. Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan operasional Indonesia dalam komunikasi militer dan peperangan elektronik, sekaligus menciptakan kolaborasi jangka panjang bagi kedua belah pihak.

26 July 2025
Indonesia Perkuat Pertahanan Udara Nasional melalui Kerja Sama Strategis Jet Tempur Generasi Kelima TUSAŞ KAAN
Istanbul, 26 Juli 2025 – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (KEMHAN RI) telah meresmikan perjanjian strategis dengan Turkish Aerospace Industries (TUSAŞ) untuk pengadaan hingga 48 (empat puluh delapan) unit jet tempur generasi kelima KAAN. Kesepakatan bersejarah ini tidak hanya mencakup akuisisi pesawat tempur low-observable dan multi-peran bagi TNI Angkatan Udara (TNI AU), tetapi juga menghadirkan ekosistem lengkap yang mencakup pelatihan, dukungan teknis, serta pemeliharaan jangka panjang di dalam negeri.
Jet tempur KAAN dirancang sebagai pesawat superioritas udara bermesin ganda dengan performa tinggi dalam segala cuaca. Dengan kemampuan manuver tinggi, radar AESA (Active Electronically Scanned Array), serta ruang senjata internal untuk mempertahankan profil siluman, KAAN menjadi bagian dari pesawat tempur canggih generasi kelima yang dapat diandalkan dalam skenario udara modern.
Sebanyak 48 unit KAAN tersebut akan diproduksi dalam konfigurasi khusus “Varian Indonesia” dengan mesin buatan Türkiye. Indonesia juga akan membangun dan mengoperasikan simulator penerbangan lokal untuk mendukung pelatihan dan integrasi sistem. Paket ini mencakup pelatihan menyeluruh bagi pilot, teknisi, dan kru darat, serta layanan purna jual jangka panjang, dukungan rekayasa teknis, dan logistik terpadu.
Dua entitas industri pertahanan nasional, yaitu PT Republik Aero Dirgantara (PT RAD) dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), ditunjuk sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program ini di dalam negeri.
PT RAD: Infrastruktur, Investasi, dan Pelatihan Nasional
Sebagai anak perusahaan Republikorp, PT RAD akan bertanggung jawab atas:
“Kami sebagai PT yang ditunjuk siap menjadi jembatan utama transfer teknologi KAAN ke Indonesia. Ini adalah momentum strategis untuk membawa kemampuan manufaktur dan peningkatan kapasitas dukungan domestik yang mandiri,” ujar Norman Joesoef, Chairman Republikorp.
PTDI, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis nasional, memegang peran penting dalam:
Dengan kepemimpinan teknologi dari TUSAŞ sebagai OEM dan otoritas desain, serta investasi dan kontribusi industri dari PT RAD dan PTDI, Indonesia melangkah maju sebagai negara yang mampu mengembangkan dan memelihara sistem pertahanan udara mutakhir secara mandiri.
Struktur kerja sama ini mencerminkan transformasi besar dalam industri pertahanan Indonesia—dari negara pembeli menjadi negara pengembang dan pemilik kapabilitas strategis pertahanan udara masa depan.

23 July 2025
Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia Tandatangani Perjanjian Bersejarah di IDEF 2025 untuk Produksi Lokal Sistem Rudal ÇAKIR
Istanbul, 23 Juli 2025 — Indonesia dan Turki Resmikan Produksi Rudal ÇAKIR Melalui Joint Venture Strategis
Di ajang pameran pertahanan internasional IDEF 2025 di Istanbul, Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia (RRI) secara resmi menandatangani kontrak strategis untuk alih produksi sistem rudal ÇAKIR ke Indonesia. Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal yang telah dicapai pada Indo Defence 2025, dalam kerangka Joint Venture Agreement (JVA) antara Roketsan Turkiye dan Republikorp Indonesia.
Kerja sama ini melahirkan entitas baru bernama PT Republik Roketsan Indonesia, yang akan menjadi pelopor pengembangan industri rudal nasional. Melalui joint venture ini, kedua belah pihak menyepakati pengembangan dan produksi empat sistem rudal utama — ÇAKIR, ATMACA, HİSAR, dan SUNGUR — secara bertahap di dalam negeri, yang akan diawali oleh ÇAKIR. Proyek ini tidak hanya melibatkan pembangunan fasilitasi berteknologi tinggi, tetapi juga alih teknologi menyeluruh, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Murat İkinci selaku General Manager Roketsan dan Norman Joesoef selaku Chairman Grup Republikorp yang mewakili perusahaan joint venture PT Republik Roketsan Indonesia. Dalam pernyataannya, Norman Joesoef menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa, melainkan lompatan strategis menuju kemandirian pertahanan nasional. Ia menegaskan bahwa dengan memproduksi sistem rudal seperti ÇAKIR di tanah air, Indonesia sedang membangun fondasi jangka panjang untuk menguasai teknologi pertahanan masa depan secara berdaulat.
Roketsan menunjukkan komitmennya melalui dukungan alih teknologi yang menyeluruh, termasuk penyediaan peralatan produksi mutakhir, dokumentasi teknis yang lengkap, dan pendampingan langsung dari para ahli Turki. Pusat produksi yang akan dibangun di Indonesia dirancang untuk dapat menangani seluruh proses manufaktur, mulai dari perakitan hingga integrasi dan pengujian sistem rudal secara mandiri. Ini merupakan langkah konkret yang akan memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional secara menyeluruh.
Keberhasilan proyek ini diprediksi membawa dampak luas terhadap perekonomian dan pengembangan teknologi dalam negeri. Pembangunan fasilitas produksi rudal akan menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi bagi para insinyur dan teknisi Indonesia, serta mendorong pertumbuhan industri pendukung lokal yang mampu memproduksi komponen dan material dengan standar internasional. Dengan penguasaan teknologi dari sistem rudal modern ini, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi pertahanan strategis di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka akses ke pasar ekspor yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Penandatanganan kontrak di IDEF 2025 ini menjadi bukti nyata dari keseriusan kedua negara dalam mewujudkan visi pertahanan yang mandiri, modern, dan terintegrasi. Kolaborasi internasional ini bukan hanya memperkuat postur pertahanan nasional, tetapi juga menempatkan Indonesia pada peta industri pertahanan global sebagai negara dengan kemampuan produksi sistem senjata canggih yang berdiri di atas kaki sendiri.

22 July 2025
Republikorp Perkuat Diplomasi Industri Pertahanan di IDEF 2025
Republikorp berpartisipasi untuk pertama kalinya di International Defense Industry Fair (IDEF) 2025 yang diadakan di Istanbul pada tanggal 22 Juli hingga 26 Juli 2025. IDEF adalah salah satu pameran industri pertahanan terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Ajang ini mempertemukan para pelaku industri dari berbagai negara untuk memamerkan inovasi mutakhir, membahas teknologi masa depan, serta membangun jejaring kemitraan strategis lintas benua.
Di tengah pameran yang sarat agenda diplomasi dan teknologi, kehadiran Republikorp membawa warna tersendiri bagi Indonesia lewat partisipasi aktif dan penandatanganan kerja sama strategis, Republikorp memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mitra dalam pengembangan teknologi pertahanan global. Ini menjadi bukti bahwa industri pertahanan nasional siap bersaing, sekaligus berkontribusi pada penguatan kerja sama internasional demi kemandirian dan keamanan bersama.

22 July 2025
PT Republik Technetronic Nusantara dan PAVO Group dari Türkiye Jalin Kemitraan Strategis Pertahanan
JAKARTA, INDONESIA, 22 Juli 2025 – PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), sebagai anak perusahaan Republikorp yang bergerak di bidang kesisteman, elektronika, siber dan Artificial Intelligence, menandatangani Framework Agreement on Strategic Partnership dengan PAVO Group, perusahaan teknologi pertahanan terdepan asal Türkiye. Kerja sama ini dirancang untuk mempercepat pengembangan inisiatif strategis guna meningkatkan kapabilitas pertahanan berdaulat Indonesia serta kemandirian teknologi di sektor pertahanan
Kolaborasi jangka panjang ini akan berfokus pada dukungan terhadap program prioritas Kementerian Pertahanan RI, dengan berfokus pada penguatan kapasitas lokal di bidang integrasi sistem, pelatihan, serta pemeliharaan dan keberlanjutan platform pertahanan strategis.
Sebagai bagian dari kemitraan, PAVO Group akan menyediakan sistem intelijen canggih untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) di berbagai matra, mencakup data fusion, pengawasan, pengamanan komunikasi, dan infrastruktur pendukung pengambilan keputusan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran situasional dan efektivitas operasional TNI secara signifikan.
Norman Joesoef, selaku Chairman Republikorp menyatakan bahwa kerja sama strategis dengan PAVO ini merupakan tonggak penting dalam misi kami membangun ekosistem pertahanan yang mandiri di Indonesia.
“Dengan memadukan keahlian global dan inovasi lokal, kami berkomitmen mendorong kapabilitas berdaulat, memperkuat basis industri pertahanan nasional, serta memastikan ketahanan jangka panjang,” tegasnya
Berdasarkan perjanjian ini, RTN akan menjadi penghubung utama dengan Kementerian Pertahanan dan memimpin pengembangan ekosistem industri lokal, sumber daya manusia, serta rantai pasok. PAVO akan bertindak sebagai mitra arsitektur teknis dan sistem, memberikan keahlian mendalam serta wawasan strategis selama tahap perencanaan, desain, dan implementasi awal dari program-program mendatang..
Serkan Altınışık, selaku CEO PAVO Group juga menambahkan bahwa mereka bangga dapat bekerja sama dengan RTN dalam inisiatif yang memiliki arti strategis bagi Indonesia.
“Melalui kemitraan ini, kami berkomitmen mendukung visi Indonesia untuk memiliki struktur pertahanan yang tangguh dan mandiri secara teknologi, dengan menyediakan solusi intelijen, komunikasi, dan keamanan siber canggih yang disesuaikan dengan kebutuhan TNI.” ujarnya.
Framework Agreement ini menjadi dasar bagi perjanjian mendatang terkait proyek-proyek modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen kedua pihak terhadap kerja sama jangka panjang yang berlandaskan kepercayaan dan tujuan strategis nasional.

22 July 2025
Republikorp Tampil Perdana di IDEF 2025 Menandai Langkah Strategis dan Arah Baru Industri Pertahanan Nasional
Istanbul, 22 Juli 2025 – Republikorp kembali berpartisipasi di ajang internasional pada International Defence Industry Fair (IDEF) 2025, menandai langkah maju dari panggung nasional menuju jangkauan global industri pertahanan. Kali ini Republikorp mengambil bagian menjadi exhibitor bersama dengan Industri Pertahanan Negara dan Swasta di Indonesia Pavilion. Partisipasi ini bukan sekadar keikutsertaan sebagai exhibitor namun juga merupakan tindak lanjut dari berbagai kesepakatan strategis yang telah diinisiasi pada Indo Defence 2024, sekaligus menunjukkan komitmen Republikorp dalam mendorong modernisasi alutsista, transfer teknologi dan pembangunan industri pertahanan nasional.
Dalam rangka mendukung program pertahanan “Perisai Trisula Nusantara”, Republikorp hadir sebagai bagian dalam mendukung program tersebut dan menekankan bahwa kekuatan bangsa dimulai dari kemampuan menguasai teknologi, sumber daya manusia (SDM) yang handal, membangun kemitraan strategis, dan memajukan kemandirian industri pertahanan. Prinsip ini menjadi fondasi utama setiap langkah strategis Republikorp, termasuk saat tampil perdana di IDEF 2025.
IDEF 2025, yang diakui sebagai salah satu pameran pertahanan prestisius di kawasan Eropa, mengingat kedekatan hubungan bilateral antara Indonesia–Türkiye juga semakin memperkuat peran ajang ini sebagai landasan strategis bagi Republikorp untuk memperluas jaringan dengan industri pertahanan internasional dan mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra teknologi global.
Keikutsertaan Republikorp di IDEF 2025 bukan sekadar pameran, tetapi sebuah pernyataan bahwa Indonesia siap menjadi produsen, bukan sekadar pasar dalam industri pertahanan. Norman Joesoef, Founder Republikorp menegaskan kesiapannya untuk riset, pengembangan, dan industrialisasi bersama mitra internasional.
“IDEF 2025 adalah momentum untuk membuktikan bahwa industri pertahanan Indonesia memiliki visi global. Ini bukan hanya tentang menjalin kerja sama, tetapi juga membangun kepercayaan dan memastikan transfer teknologi yang berkelanjutan. Republikorp hadir di sini sebagai mitra strategis yang siap turut serta dalam mebangun kemandirian industri pertahanan nasional.” lanjutnya.
Pasca hari pertama, Republikorp akan melanjutkan agenda B2B dan penjajakan mitra baru selama gelaran IDEF 2025 (22–26 Juli 2025). Fokusnya adalah mengakselerasi implementasi MoU dari Indo Defence 2024, memperkuat jaringan industri, serta mematangkan roadmap teknologi pertahanan yang mendukung kemandirian nasional.

11 July 2025
Indonesia Memulai Babak Baru Kekuatan Pertahanan Udara Dalam Kerjasama Pesawat Tempur KAAN
JAKARTA, Indonesia – 11 Juni 2025 – Indonesia menandai tonggak sejarah baru dalam penguatan kekuatan udara dan kemitraan strategis internasionalnya dengan penandatanganan kesepakatan monumental bersama Turkiye untuk pengadaan 48 unit pesawat tempur generasi kelima KAAN. Kesepakatan ini ditandatangani dalam rangkaian Indo Defence 2025 yang berlangsung di Jakarta, mencerminkan penguatan hubungan bilateral serta komitmen bersama dalam bidang pertahanan dan teknologi.
Upacara penandatanganan yang berlangsung pada tanggal 11 Juni 2025 ini turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Lembaga Industri Pertahanan Turkiye Haluk Görgün, Ketua TUSAŞ Ömer Cihad Vardan, Wakil Menteri Pertahanan Nasional Turkiye Şuay Alpay, serta Direktur Utama TUSAŞ Dr. Mehmet Demiroğlu.
Kontrak kerjasama ditandatangani oleh Dr. Mehmet Demiroğlu selaku CEO dari TUSAŞ – Türk Havacılık ve Uzay Sanayii A.Ş. (Turkish Aerospace) dan sejumlah pihak dari Indonesia yang mewakili sektor pertahanan serta industri nasional. Total 48 unit pesawat KAAN akan dikirimkan ke Indonesia dalam jangka waktu 120 bulan, atau 10 tahun, dimulai sejak penandatanganan kontrak.
Pesawat tempur KAAN yang akan dikirimkan akan dilengkapi dengan mesin varian Indonesia yang dikembangkan bersama industri lokal. Selain pengadaan, kesepakatan ini juga mencakup transfer teknologi yang mendalam di bidang kedirgantaraan. Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan dalam negeri Indonesia dalam mengembangkan dan memproduksi sistem pertahanan udara secara mandiri.
Dalam proyek ini, komponen lokal Indonesia akan dimanfaatkan secara signifikan melalui kemitraan strategis antara Turkish Aerospace dengan perusahaan nasional seperti PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT-RAD. Langkah ini membuka jalan bagi alih teknologi (ToT) yang akan meningkatkan kapabilitas industri dirgantara nasional dan memperkuat kemandirian teknologi pertahanan Indonesia.
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan sebelumnya telah mengumumkan kesepakatan ini sebagai pencapaian ekspor terbesar dalam sejarah industri pertahanan Turkiye. Dalam pernyataannya, beliau mengatakan, “Saya berharap kesepakatan ini yang menunjukkan perkembangan dan pencapaian industri pertahanan dalam negeri kita, akan membawa manfaat besar bagi Turkiye dan Indonesia. Saya mengucapkan salam hangat dan terima kasih kepada sahabat saya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, atas kesediaannya menjadi tuan rumah dalam penandatanganan kesepakatan bersejarah ini. Saya juga mengucapkan selamat kepada semua pihak yang terlibat, khususnya Kepresidenan Industri Pertahanan dan TUSAŞ.”
Dengan dimulainya implementasi kerjasama ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kekuatan udaranya, namun juga membuka babak baru dalam kemandirian teknologi, kemitraan global, serta pembangunan kapasitas industri nasional menuju masa depan pertahanan yang tangguh dan modern.

01 July 2025
SECAMIC dan PT Republik Aero Dirgantara Teken MoU Strategis di Paris Air Show 2025: Perkuat Kapabilitas MRO Pesawat Militer di Indonesia
Jakarta, Indonesia, 27 Juni 2025 – Untuk memperkuat kapabilitas industri dirgantara dan pertahanan Indonesia di masa depan, perusahaan asal Perancis SECAMIC dan PT Republik Aero Dirgantara (RAD) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di ajang Paris Air Show 2025 pada 20 Juni lalu.
Kerjasama strategis ini menandai langkah awal menuju pengembangan layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) yang mencakup sejumlah pesawat sipil dan militer di Indonesia. Tujuannya adalah untuk membangun kapabilitas perawatan pesawat yang mandiri dan berstandar internasional di dalam negeri.
MoU ini menggabungkan pengalaman puluhan tahun SECAMIC dalam dukungan penerbangan militer global, dan jejaring lokal RAD yang kuat dalam ekosistem pertahanan nasional di Indonesia. Kerjasama ini juga mencakup pelatihan teknis, pembangunan rantai pasok, pengawasan mutu, serta alih teknologi dan peralatan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional Indonesia.
Seluruh kegiatan MRO direncanakan terpusat di fasilitas RAD yang ada di Bandung, dan akan dikembangkan sebagai pusat operasional utama. SECAMIC akan berperan penting dalam menjamin kepatuhan teknis, pendampingan proses sertifikasi, serta memastikan transfer keahlian dari Prancis ke Indonesia.
Bertrand Lucereau, CEO SECAMIC, menyatakan bahwa MoU ini mencerminkan persamaan visi kami dengan RAD.
“Kami percaya, dengan dukungan teknis dan pengetahuan kelas dunia, Indonesia dapat memperkuat infrastruktur MRO-nya secara berdaulat.”
Sementara itu, Norman Joesoef, selaku Chairman Republikorp sebagai perusahaan induk RAD mengatakan:”Ini bukan sekadar kerjasama bisnis, tapi sebuah langkah strategis menuju kemandirian industri pertahanan nasional. Bersama SECAMIC, kami ingin menghadirkan layanan MRO bernilai tinggi yang tak hanya mendukung armada saat ini dan masa depan, tapi juga membuka lapangan kerja dan mengembangkan sumber daya lokal.”
Kesepakatan ini menjadi landasan pengembangan kerja sama antara para pihak, dengan implementasi awal lima tahun dan peluang perpanjangan ke depan. Setelah diresmikan, kolaborasi ini diharapkan memperkuat kemandirian Indonesia dalam layanan pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO) serta meningkatkan kesiapan operasional armada.
Inisiatif ini juga bertujuan memperluas kerja sama internasional yang mendukung pembangunan industri pertahanan nasional, dengan memadukan keahlian teknologi dan pengalaman untuk menciptakan nilai tambah strategis bagi Indonesia.

14 June 2025
Republikorp Tanda Tangan Kerja Sama Strategis Dengan Bank BNI
Jakarta, 14 Juni 2025. Hari terakhir Indo Defence 2024 menjadi momen penting bagi Republikorp untuk mengajak publik lebih peduli terhadap pentingnya pertahanan negara. Lewat berbagai aktivitas hari ini, Republikorp menegaskan perannya sebagai industri pertahanan swasta yang turut kontribusi kepada pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan bangsa. Komitmen ini juga dilengkapi dengan penandatanganan kerja sama strategis dengan Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai instansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui strategic cooperation agreement.
Melalui kolaborasi ini, BNI kedepannya menyiapkan berbagai solusi yang dapat digunakan Republikorp untuk memperkuat kegiatan industri pertahanan, yang diharapkan dapat memberikan dukungan kepada Republikorp dalam mengakses berbagai fasilitas perbankan dalam menjalankan pengembangan teknologi, logistik, dan investasi pembangunan industri pertahanan terpadu di Subang, Jawa Barat.
Dalam gelaran Indo Defence 2024 ini, Republikorp hadir dengan mengusung tema “Arms of the Future”, Mulai dari instalasi interaktif, lokakarya edukatif dan inovatif dan sesi diskusi terbuka. “Pertahanan bukan semata tugas militer, tetapi juga tanggung jawab seluruh rakyat. Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar, berbatasan dengan banyak negara, membutuhkan kesadaran kolektif untuk siap menghadapi tantangan geopolitik ke depan,” ujar Norman Joesoef, Founder Republikorp.
Pada hari terakhir penyelenggaraan Indo Defence, booth Republikorp dipadati ribuan pengunjung yang antusias menyaksikan berbagai instalasi yang dihadirkan khusus dengan ukuran asli. Seperti kapal Stealth Missile Boat dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) TB3. Animo publik ini mencerminkan partisipasi aktif masyarakat dalam program Republikorp, yang menegaskan pentingnya literasi pertahanan nasional sebagai bagian dari kesadaran berbangsa. Melalui keterlibatan generasi muda, pelajar, komunitas digital, dan elemen masyarakat sipil, Republikorp mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga kedaulatan Indonesia—berbasis pada informasi, edukasi, dan pemahaman yang inklusif.
Sebagai pelaku industri pertahanan swasta dalam negeri, Republikorp memandang ajang ini sebagai wadah strategis, melalui pendekatan yang komunikatif dan relevan. Upaya ini juga bertujuan membangun kepedulian publik terhadap penguatan industri pertahanan dalam negeri, yang menjadi bagian penting dari strategi kemandirian nasional.

13 June 2025
Republikorp Usung Konsep Perisai Trisula Nusantara dalam Memperkuat Kemandirian Pertahanan Nasional
Jakarta, 13 Juni 2025 – Memasuki hari ketiga gelaran Indo Defence 2024, Republikorp menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan pertahanan yang mandiri dan netral secara strategis. Mengusung tema Arms of the Future di Indo Defence 2024, Republikorp memfokuskan agenda hari ini pada pengenalan visi strategis jangka panjang dalam memajukan industri pertahanan nasional, melalui pendekatan teknologi mutakhir dan kolaborasi global yang berkesinambungan.
Dalam kesempatan ini Norman Joesoef, Founder Republikorp menegaskan tentang landasan pemikiran Republikorp dalam mendorong aliansi pertahanan yang berimbang, terutama dengan negara-negara yang memiliki kesamaan visi dalam pengembangan teknologi militer dan inovasi industri pertahanan. Hal ini terwujud dengan kerja sama melalui kemitraan strategis, mempercepat alih teknologi yang inovatif dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta membangun ekosistem produksi pertahanan mandiri yang terintegrasi di Indonesia.
“Penguatan pertahanan nasional selain berasal dari dukungan masyarakat sendiri juga membutuhkan sumber teknologi dari berbagai pihak. Republikorp hadir menjadi ruang kerjasama industri yang berdaya saing, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta berfokus pada hasil konkret,” ujar Norman Joesoef dalam sambutannya.
Sebagai negara kepulauan di jalur strategis Indo-Pasifik, Indonesia berada di tengah dinamika geopolitik yang rawan terhadap dampak konflik kawasan (spillover conflict). Karena itu, Indonesia perlu memperkuat pertahanan nasional secara mandiri, sekaligus menjadi mitra setara di level global.
Di hari ini juga diadakan Talkshow yang selaras dengan Konsep Trisula Nusantara mengenai penguatan teknologi pertahanan siber, Republikorp menggandeng PENSIEVE, Sebuah perusahaan berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan topik: “Addressing the 21st Century Challenges: Through Network-Centric Warfare & Cyber Readiness” yang mengupas lebih dalam bagaimana teknologi mampu menyatukan dan mengintegrasikan komando sehingga meningkatkan efisiensi sistem pertahanan khususnya di Indonesia.
Hari ini booth Republikorp juga menerima kunjungan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma dan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A sebagai bentuk apresiasi terhadap penguatan industri pertahanan nasional.

12 June 2025
Hari Kedua Indo Defence 2024: Republikorp Perkuat Posisi Strategis Indonesia dalam Diplomasi Industri Pertahanan
Jakarta, 12 Juni 2025 – Pada hari kedua Indo Defence 2024, Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) menggelar talk show bertema “From Global Trends to National Strategy: Integrating Emerging Tech into Indonesia’s Defence Landscape.” Acara ini membahas integrasi teknologi global—termasuk AI, siber, dan bioteknologi—ke dalam strategi pertahanan Indonesia, demi memperkuat kesiapsiagaan dan kedaulatan negara.
Diskusi menyoroti strategi Perisai Trisula Nusantara, yang mengintegrasikan kekuatan darat, laut, udara, dan siber dalam sistem pertahanan nasional. Dr. Curie Maharani (ISI) menekankan pentingnya transformasi industri pertahanan melalui adopsi teknologi mutakhir, kesiapan industri lokal, dan kemitraan strategis, termasuk peran aktif Kementerian Pertahanan dalam alih teknologi. Prof. Teddy Mantoro (Nusa Putra University) menggarisbawahi potensi dan tantangan AI dalam bidang pengawasan, deteksi ancaman, hingga pengambilan keputusan, serta pentingnya sinergi antara kebijakan dan riset akademik.
Republikorp, sebagai perusahaan induk industri pertahanan swasta nasional, menekankan pentingnya membangun ekosistem pertahanan yang kolaboratif dan adaptif. Perusahaan ini berkomitmen menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai mitra teknologi yang setara di kancah global. Booth Republikorp juga dikunjungi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang memberi perhatian khusus pada penguatan industri pertahanan dalam negeri.
Puncak kegiatan hari ini ditandai dengan penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis antara Republikorp dan mitra internasional dari Italia dan Republik Ceko, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapabilitas pertahanan jangka panjang Indonesia:
Penandatanganan hari ini mencakup Framework Agreement untuk multi-domain cooperation antara Republikorp dan Leonardo, sebuah industri pertahanan dari Italia untuk kerja sama Missile system, pengembangan ISR&C, Vessel refurbishment dan pengembangan di bidang avionik. Sementara itu, kerjasama strategis juga dijalin dengan Joint Venture Agreement (JVA) dengan CzechSlovak Group (Republik Ceko): kerjasama alih teknologi dalam hal perawatan dan pemeliharaan kendaraan Tatra di Indonesia melalui kontrak kerja sama industri dengan TATRA EXPORT s.r.o.
Seluruh terobosan ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan yang inovatif dan adaptif dalam memperkuat posisinya di tingkat global.

11 June 2025
Indo Defence Expo & Forum 2024 Resmi Dibuka: Menegaskan Kedaulatan Pertahanan Nasional melalui Visi “Perisai Trisula Nusantara”
Jakarta, 11 Juni 2025 — Indo Defence Expo & Forum 2024 secara resmi dibuka hari ini di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Acara yang berlangsung hingga 14 Juni ini menjadi gelaran pertahanan terbesar di Asia dan telah diakui secara global sebagai salah satu platform utama dalam memperkenalkan inovasi teknologi pertahanan dari berbagai negara.
Upacara pembukaan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Menteri Pertahanan, Bapak Sjafrie Sjamsoedin, beserta sejumlah pejabat tinggi pemerintahan dan delegasi internasional dari berbagai negara sahabat.
Tahun ini, Republikorp kembali hadir sebagai wujud konsistensi dalam mendukung pertumbuhan sektor industri pertahanan. Keikutsertaan Republikorp merupakan komitmen nyata terhadap program modernisasi alutsista untuk menuju kemandirian industri pertahanan nasional.
“Melalui Indo Defence, kami ingin menunjukkan bahwa sektor pertahanan nasional tidak hanya berkembang, tapi juga mampu berdiri sejajar dengan industri global. Republikorp hadir untuk memperkuat kolaborasi, baik dengan pemerintah maupun mitra luar negeri, guna mewujudkan industri pertahanan yang berdaulat, mandiri, dan tangguh,” ungkap Norman
Joesoef, Founder Republikorp.
Selama perhelatan Indo Defence 2024, Republikorp telah menandatangani sejumlah kerja sama strategis dengan mitra internasional seperti penandatanganan Joint venture Agreeement (JVA) dengan Barzan Holding, sebuah industri pertahanan asal Qatar untuk pembangunan Pabrik Amunisi dan penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) dengan Rocketsan, sebuah industri pertahanan asal Turki untuk produksi dalam negeri, perakitan lokal, dan keberlanjutan teknologi rudal di Indonesia, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional. Republikorp juga memperkenalkan berbagai macam platform teknologi pertahanan luar negeri yang telah diselaraskan dengan kebutuhan penggunaan di Indonesia.
Indo Defence Expo & Forum 2024 bukan hanya menjadi panggung inovasi teknologi militer, tetapi juga simbol tekad bangsa dalam menjaga kedaulatan dan memperkuat ketahanan nasional melalui sinergi antara pemerintah, industri lokal, dan mitra internasional.
Dalam rangkaian acara ini, Republikorp juga turut serta dalam penandatangan kontrak kerja sama dari 16 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), diantaranya: PT. PAL Indonesia, PT. Dirgantara Indonesia, PT. Pindad, PT. LEN, PT. Dahana, PT. Republik Defens Indonesia, PT. Praba Cipta Mandiri, PT. Nusantara Turbin Propulsi, PT. Agrapana Nugraha Katara, PT. Indonesia Defence Services, PT. Tesco lndomaritim, PT. Aggiomultimex International Group, PT. Sapta Cakra Manunggal, PT. Mitra Harapan Abadi, PT. Mulia Buana Dharma Trans, PT. Ellipse projects UK.

11 June 2025
Kebangkitan Kekuatan Laut Nusantara: REPUBLIKORP Perkenalkan Stealth Missile Boat di Indo Defence 2024
Jakarta, 11 Juni 2025 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengunjungi booth Republikorp untuk melihat Stealth Missile Boat (kapal rudal siluman) generasi terbaru yang berlangsung di Indo Defence Expo & Forum 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Peluncuran Stealth Missile Boat merupakan simbol kekuatan dan kedaulatan maritim baru Indonesia di tengah dinamika geopolitik kawasan dan global serta menjadi salah satu perwujudan Republikorp dalam mendukung visi “Perisai Trisula Nusantara”, sebuah visi penguatan pertahanan Indonesia yang terintegrasi melalui sinergi tiga matra utama: darat, laut, udara—termasuk pertahanan siber. Visi ini juga mencerminkan komitmen terhadap kemandirian alutsista, penguatan industri pertahanan lokal dalam menjaga kadaulatan wilayah nasional.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan wilayah laut seluas sekitar 6,4 juta kilometer persegi, Indonesia memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga keamanan dan stabilitas maritim di kawasan. Dengan posisi geografis yang vital dan ancaman maritim yang terus berkembang, kebutuhan akan sistem pertahanan laut yang modern, responsif, dan berteknologi tinggi menjadi semakin mendesak.
Stealth Missile Boat dirancang khusus untuk beroperasi optimal di perairan dangkal (zona litoral) serta dapat dioperasikan secara berawak maupun nirawak—dan dirancang untuk menjalankan misi intelijen, pengintaian, serta serangan cepat dan presisi. Dengan fitur teknologi siluman dan kemampuan manuver di lingkungan laut terbatas dan titik-titik kunci choke point perairan Indonesia, menjadikannya ideal untuk menjaga wilayah-wilayah kunci yang rawan perlintasan asing.
Stealth Missile Boat menjadi inovasi unggulan dalam arsitektur sistem pertahanan laut Indonesia. Pada kesempatan Indo Defence 2024, Republikorp secara resmi memperkenalkan spesifikasi dan kapabilitas operasional Stealth Missile Boat sebagai bagian dari upaya memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia yang adaptif, responsif, dan berorientasi masa depan dan menjadi industri pertahanan nasional yang berdaulat, mandiri, dan tangguh.
“Peluncuran Stealth Missile Boat bukan hanya tonggak teknologi, melainkan juga simbol kebangkitan kemandirian industri pertahanan nasional. Kapal ini adalah representasi dari semangat kolektif bangsa untuk menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia,” ujar Norman Joesoef, Founder Republikorp, dalam pernyataan resminya.
Peluncuran ini menjadi salah satu momen utama dalam Indo Defence 2024, mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan regional yang terus berbenah dalam menghadapi era persenjataan masa depan.

18 February 2025
Republik Palindo and Drass Sign Strategic Agreement to Strengthen Indonesia’s Underwater Defense
Abu Dhabi, UAE – February 17, 2025 – Republikorp, through its subsidiary Republik Palindo Indonesia, has officially signed a Framework Agreement with Drass for the development of the DGK submarine. The agreement was signed by Republikorp Chairman, Norman Joesoef, and Drass CEO, Sergio Cappelletti, marking a strategic commitment to enhancing Indonesia’s underwater defense capabilities.
This partnership represents a significant step in supporting the Indonesian Navy’s efforts to bolster maritime defense capabilities and strengthen underwater deterrence through the serial production of mid-sized attack submarines. The collaboration not only introduces high-standard underwater technology but also reinforces the strategic partnership between Indonesia and Drass, a global leader in advanced underwater defense systems.
With the main contract scheduled to be signed in the summer of 2025, this agreement serves as a milestone in the modernization of Indonesia’s maritime defense, ensuring operational readiness, the advancement of the domestic defense industry, and strengthening Indonesia’s strategic position in the region.
Source: https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7297565282674352128/

18 February 2025
Republikorp (RDI) & Milanion Forge Strategic Agreement to Enhance TNI AL’s Unmanned Capabilities
Abu Dhabi, UAE – February 17, 2025 – Republikorp (under its subsidiary company, Republik Defens Indonesia) has signed a significant agreement with Milanion Group at IDEX 2025, held at ADNEC, Abu Dhabi, to supply the Indonesian Navy with advanced unmanned surface vessels (USVs). This partnership marks a major step in enhancing Indonesia’s maritime defense capabilities by integrating Milanion’s cutting-edge Autonomous Conversion Kit into locally designed and built vessels.
Under the agreement, Republikorp and Milanion will collaborate to deliver an initial fleet of five 20-meter USVs, working closely with an Indonesian shipyard responsible for designing, constructing, and supplying the vessels according to the Navy’s specific requirements. The sophisticated conversion kit will be seamlessly integrated into the boats, ensuring enhanced operational efficiency and autonomous functionality.
The contract was signed by Norman Joesoef, Chairman of Republikorp, and Davinder Dogra, CEO of Milanion Group, at IDEX 2025, where both companies are showcasing their latest innovations in defense and security technology.
This agreement underscores their commitment to strengthening national defense capabilities by integrating world-class technologies with local expertise. By working together, Republikorp and Milanion aim to develop high-mobility, mission-ready solutions that address Indonesia’s unique operational needs.
Beyond the initial contract, Republikorp and Milanion have pledged to expand their cooperation further, exploring new opportunities to develop advanced defense solutions across Indonesia’s maritime, land, and air domains. This strategic alliance is expected to bolster Indonesia’s position as a leader in next-generation autonomous defense technologies.
As part of this collaboration, Republikorp will ensure the seamless implementation of these cutting-edge solutions while fostering the growth of the local defense industry. By leveraging global expertise and domestic innovation, the company aims to reinforce Indonesia’s defense capabilities and readiness for evolving security challenges.
Source: https://english.defensearabia.com/milanion-signs-contract-with-republikorp-rdi-to-supply-indonesian-navy-with-20m-usv-conversions/

13 February 2025
Indonesia and Turkey Strengthen Strategic Partnership in the UAV Industry through Joint Venture Agreement
Jakarta, February 12, 2025 – Indonesia and Türkiye have entered a new era of strategic defense cooperation with the signing of a Joint Venture Agreement (JVA) between Baykar Makina and PT Republikorp (Republik Korpora Indonesia). The signing ceremony was witnessed by President of the Republic of Indonesia, Prabowo Subianto, and President of Türkiye, Recep Tayyip Erdoğan, rearming both nations’ commitment to strengthening the defense industry through local manufacturing and technology transfer.
This agreement represents a strategic step towards enhancing national defense autonomy while deepening Indonesia-Türkiye bilateral relations. As regulators, facilitators, and primary users of the national defense industry, the Minister of Defense of Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, and the Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk Görgün, were also in attendance.
Partnership for UAV Production in Indonesia
As part of this collaboration, Baykar Makina and PT Republikorp have signed a Joint Venture Agreement (JVA) to enhance Indonesia’s defense capabilities through the local production of Unmanned Aerial Vehicle (UAV) systems. The agreement was signed by Baykar CEO, Haluk Bayraktar, and PT Republikorp Chairman, Norman Joesoef.
Through this partnership, Joint Venture Company (JVC) will be established in Indonesia, focusing on the manufacturing, assembly, and maintenance of UAVs. The primary products to be localized include up to 60 sets of Bayraktar TB3 Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) and up to 9 sets of Bayraktar Akinci High-Altitude Long-Endurance (HALE). This initiative is part of a broader strategy to strengthen the aerospace industry and enhance national defense self-sufficiency.
Baykar will contribute its expertise in manufacturing, technology transfer, and training, while Republikorp will ensure regulatory compliance, infrastructure development, local expert certication, and integration into Indonesia’s defense ecosystem.
Focus on Technology Transfer and National Capacity Building
As part of this collaboration, Republikorp will take an active role in localization eorts, including the establishment of production facilities and supply chain management, ensuring operational eciency and the sustainability of Indonesia’s aerospace industry.
Collaboration with the Ministry of Defense will ensure that the UAVs produced align with Indonesia’s strategic needs, including national security, territorial surveillance, and defense operations. This initiative represents Indonesia’s commitment to advancing national defense technology for the future.
As a global leader in UAV technology, Baykar will ensure high-quality standards, system integration, and operational eciency in line with international benchmarks. This partnership will not only enhance defense autonomy but also create opportunities for innovation, research, and UAV technology development in Indonesia, further boosting the competitiveness of Indonesia’s aerospace sector at the regional level. This initiative is part of Indonesia’s long-term vision to build a self-reliant, competitive, and future-ready defense industry capable of addressing emerging global challenges.
Source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20250212183231-8-610169/video-ri-turki-sepakat-produksi-uav-rudal-canggih

22 December 2023
Republikorp is working on a Bullpup Type Assault Rifle
Republikorp is collaborating with Milkor from the United Arab Emirates (EUA) to develop the Unmanned Combatant Aerial Vehicle (UCAV) 380 combat drone. The plan is for this technology to be adopted in the country and ready to be produced within the next year.
According to Republikorp founder Norman Joesoef, his party is very enthusiastic about bringing this technology to Tanar Air. “This collaboration will certainly expand the capabilities of the Indonesian defense industry in the field of combat drones, as well as increase our competitiveness in the military field,” said Norman quoted on Friday, 24 February 2023.
The UCAV 380 is a Medium Altitude Long Endurance (MALE) combat drone that can fly for more than 36 hours, with a range of 2,000 km and a wingspan of 19m. Some of its advantages include intelligence action, surveillance, target acquisition, reconnaissance, and weapons such as air-to-ground precision missiles.
Norman reveals, “Unlike unmanned reconnaissance aircraft, UCAVs are used for drone strikes and battlefield intelligence. We are developing this technology together with Milkor so that Indonesia is able to produce independently.”
Source: https://amp.kompas.com/global/read/2023/05/29/180000270/indonesia-italia-mulai-produksi-kapal-selam-penyerang-teknologi-aip

26 June 2023
Indonesia Adopts Combat Drone Technology from the UAE
Republikorp is collaborating with Milkor from the United Arab Emirates (EUA) to develop the Unmanned Combatant Aerial Vehicle (UCAV) 380 combat drone. The plan is for this technology to be adopted in the country and ready to be produced within the next year.
According to Republikorp founder Norman Joesoef, his party is very enthusiastic about bringing this technology to Tanar Air. “This collaboration will certainly expand the capabilities of the Indonesian defense industry in the field of combat drones, as well as increase our competitiveness in the military field,” said Norman quoted on Friday, 24 February 2023.
The UCAV 380 is a Medium Altitude Long Endurance (MALE) combat drone that can fly for more than 36 hours, with a range of 2,000 km and a wingspan of 19m. Some of its advantages include intelligence action, surveillance, target acquisition, reconnaissance, and weapons such as air-to-ground precision missiles.
Norman reveals, “Unlike unmanned reconnaissance aircraft, UCAVs are used for drone strikes and battlefield intelligence. We are developing this technology together with Milkor so that Indonesia is able to produce independently.”
Source https://infobanknews.com/indonesia-adopsi-teknologi-drone-tempur-dari-uea/

26 June 2023
Launching Unmanned Weapons Bramara and Konta, Indonesian Minister of Defense Prabowo: We Need Lots of Kamikaze Drones
Drones are unmanned aircraft. In English, this object is also called Unmanned Aerial Vehicles (UAV).
One of the sophistication of drones is that they can be controlled remotely via a remote control.Drones are useful and can help the military world, armed drones are clear evidence that technology can change the landscape of battle.
At the holding of the Indo Defense Expo & Forum in 2022, the Indonesian private company PT. Republik Defense (a subsidiary of Republikorp) issued a series of unmanned aircraft weapons, namely the BRAMA Series (which means bee in Sanskrit) and KONTA (derived from the name of the weapon used by Gatot Kaca).
The smart, drone-based munitions can be launched by gas canisters and are supported by a single soldier, and weigh less than 20 kilograms.
The drone can fly for 30 minutes with a cruising range of 10 kilometers, and has a TNT explosive power of up to 2 kilograms. PT. The Republic of Defense issued six types of armed drones such as KONTA 10/30/50. BRAMARA SERIES HE, 5.56 mm and logistics.
According to Indonesian Defense Minister Prabowo Subianto, he reminded all parties to remain vigilant against threats that would come to Indonesia.He also said that Singapore is a small country but is very concerned about the country’s defense, if you look at it from a comparison of spending on security
Source https://www.agrofarm.co.id/2022/11/luncurkan-senjata-tanpa-awak-bramara-dan-konta-menhan-ri-prabowo-kita-butuh-banyak-drone-kamikaze/