Kemandirian Pertahanan sebagai Pilar Ketahanan dan Kedaulatan Nasional
09 February 2026

Penguatan kemandirian pertahanan menjadi elemen penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara di tengah dinamika lingkungan strategis global yang terus berkembang. Ketergantungan yang tinggi terhadap sumber eksternal, baik dalam pengadaan sistem pertahanan, teknologi, maupun rantai pasok strategis, dapat menciptakan kerentanan jangka panjang yang berdampak langsung pada kesiapan nasional. Dalam konteks tersebut, kemandirian pertahanan dipandang sebagai fondasi penting bagi pembangunan ketahanan nasional yang berkelanjutan.
Bagi Indonesia, kemandirian pertahanan tidak semata dimaknai sebagai kemampuan memproduksi alat utama sistem persenjataan di dalam negeri, tetapi juga mencakup penguasaan teknologi strategis, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan industri pertahanan nasional yang saling terintegrasi. Pendekatan ini diperlukan agar pemenuhan kepentingan pertahanan nasional dapat dilakukan secara lebih mandiri, terukur, dan selaras dengan arah kebijakan negara.
Dalam konteks tersebut, Republikorp menempatkan inisiatif kemandirian pertahanan sebagai bagian integral dari kontribusinya terhadap penguatan ketahanan nasional. Republikorp berperan dalam mendorong pemahaman publik dan para pemangku kepentingan mengenai kapabilitas domestik Indonesia, berbagai inisiatif strategis yang tengah dikembangkan, serta potensi inovasi teknologi yang relevan bagi penguatan keamanan dan kedaulatan negara. Upaya ini diarahkan untuk membangun perspektif yang lebih sesuai dengan peran industri pertahanan nasional dalam mendukung kepentingan jangka panjang Indonesia.
Hal tersebut sejalan dengan kerangka Perisai Trisula Nusantara sebagai konsep pertahanan nasional terintegrasi lintas matra dan domain, kemandirian pertahanan menjadi elemen kunci dalam memperkuat daya tangkal dan kesiapan nasional. Republikorp mendukung kerangka tersebut lewat penguatan ekosistem industri pertahanan nasional, pengembangan kapabilitas teknologi strategis, serta fasilitasi kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna memastikan kesiapan pertahanan.
Republikorp memandang bahwa keberhasilan kemandirian pertahanan sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan negara, industri strategis, dan pengembangan teknologi. Melalui pendekatan kolaboratif, lewat pemanfaatan kapabilitas dalam negeri secara optimal, sekaligus mendukung kerja sama strategis yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan penguasaan teknologi. Dengan pendekatan tersebut, kemandirian pertahanan diposisikan sebagai strategi yang memperkuat ketahanan nasional tanpa menutup ruang bagi kemitraan yang relevan dan saling menguntungkan.
Sejalan dengan arah pembangunan pertahanan nasional, inisiatif kemandirian pertahanan juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap penguatan kedaulatan negara. Kemampuan untuk merancang, memproduksi, dan mengembangkan sistem pertahanan secara mandiri memberikan fleksibilitas strategis dalam menghadapi berbagai skenario keamanan. Disaat yang sama, penguatan industri pertahanan nasional juga berkontribusi pada pengembangan kapasitas teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pertumbuhan ekosistem industri strategis di dalam negeri.
Lewat peran tersebut, Republikorp terus berkomitmen untuk mendukung penguatan kemandirian pertahanan Indonesia sebagai bagian dari strategi nasional jangka panjang. Dengan pendekatan yang berlandaskan analisis strategis, kolaborasi, dan orientasi jangka panjang, Republikorp juga dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan nasional di bidang pertahanan sekaligus menjaga kedaulatan Indonesia di tengah dinamika keamanan regional dan global.
***
