Membawa Merah Putih ke Paris: Signifikansi Kehadiran Republikorp di Eurosatory bagi Kedaulatan Industri Pertahanan Nasional
25 May 2026
Kehadiran dalam pameran pertahanan internasional sering kali dipandang sebagai ajang untuk menampilkan teknologi terbaik. Namun bagi Indonesia, momentum seperti ini juga merepresentasikan perjalanan panjang menuju industri pertahanan yang lebih mandiri, kompetitif, dan siap berkembang di tengah perubahan global.
Partisipasi Republikorp dalam Eurosatory 2026 bukan sekadar representasi sebuah perusahaan, tetapi juga gambaran dari arah baru industri pertahanan nasional. Sebuah arah yang menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya berada di posisi pengguna, melainkan mulai mengambil peran yang lebih aktif sebagai pengembang dan mitra strategis.
Perjalanan ini tentu tidak instan. Ia dibentuk dari proses belajar, adaptasi teknologi, serta upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas dalam negeri. Dalam konteks tersebut, kehadiran di panggung global menjadi penting, bukan hanya untuk menunjukkan hasil, tetapi juga untuk membuka ruang kolaborasi yang dapat mempercepat pertumbuhan.
Kehadiran Indonesia di forum global seperti Eurosatory menjadi bagian dari proses yang lebih besar dalam membangun kapabilitas industri pertahanan nasional. Bukan hanya melalui pengembangan teknologi, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan, kolaborasi industri, dan kemitraan strategis yang dapat memperkuat fondasi pertahanan Indonesia dalam jangka panjang.
Di sisi lain, aspek transfer of technology (ToT) tetap menjadi fondasi penting dalam mempercepat pertumbuhan industri nasional. Kolaborasi global tidak dipandang sebagai bentuk ketergantungan, melainkan sebagai langkah strategis untuk mempercepat penguasaan pengetahuan dan memperkuat ekosistem industri pertahanan Indonesia.
“Kami melihat partisipasi ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan industri. Bukan hanya hadir, tetapi belajar, berkolaborasi, dan membangun kemampuan dari dalam,” kata Norman Joesoef.
Membawa Merah Putih ke Paris, dalam hal ini, bukan sekadar simbol kehadiran. Ini menjadi representasi bahwa industri pertahanan Indonesia terus bergerak menuju masa depan yang lebih mandiri, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.
***
